liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
4.797 Rumah Tangga di Kalsel & Kalteng Dapat Sambungan Listrik PLN Gratis

Jakarta

PT PLN (Persero) telah menyelesaikan penyambungan Bantuan Instalasi Listrik Baru (BPBL) kepada 4.797 keluarga berpenghasilan rendah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kehadiran listrik disambut baik oleh masyarakat.

Budianto salah satunya warga Desa Karang Mulya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng). Ia mengaku senang karena kini listrik di rumahnya sudah menyala.

Pria berusia 47 tahun yang berprofesi sebagai buruh harian mandiri ini menuturkan, kehadiran listrik membuat aktivitas sehari-harinya menjadi lebih mudah dan nyaman. Ingat, dia mendapat listrik dari rumah tetangga.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sebelum listrik di rumah saya disalurkan ke tetangga, saya harus menyumbang Rp 100.000 sebulan. Dengan bantuan BPBL, saya berterima kasih dan banyak membantu. Semoga kedepannya program ini bisa berlanjut dan membantu warga lainnya. ,” kata Budianto dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/12/2022).

Hal senada disampaikan warga Desa Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Goris Mere (44). Ia mengucapkan terima kasih telah dibantu memasang listrik gratis melalui program BPBL.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat, PLN, dan pemerintah daerah yang telah menyediakan instalasi baru listrik gratis, sangat membantu saya. Dulu masih menggunakan lampion untuk penerangan, sekarang saya menggunakan lampu,” kata Goris.

Sementara itu, General Manager Unit Distribusi Utama PT PLN (Persero) Kalsel dan Kalteng, Muhammad Joharifin mengatakan program BPBL dalam rangka mengejar target rasio elektrifikasi 100%.

“PLN siap menjalankan tugasnya sebagai motor penggerak di bidang ketenagalistrikan, serta siap bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dan mitra strategis untuk mencapai rasio elektrifikasi 100% di Kalsel dan Kalteng,” ujar Joharifin.

Joharifin berharap program BPBL dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga memberikan efek domino untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.

“Ke depannya, PLN berharap kerjasama ini dapat semakin memperkuat sinergi untuk memperluas dan mengembangkan kerjasama lainnya. Kami yakin Program BPBL 2022 dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Staf Ahli Menteri Pengawas ESDM Obvitnas Yurod Saleh menambahkan, program BPBL merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan distribusi energi dan membantu akses listrik kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PLN atas keberhasilan program BPBL. Kami berharap program ini dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan meningkatkan taraf hidup untuk kegiatan ekonomi yang lebih produktif,” kata Yurod.

Melalui program ini, kata dia, masyarakat akan mendapatkan instalasi listrik rumah berupa 3 titik lampu dan 1 stopkontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi yang dituangkan dalam Sertifikat Kelayakan Operasional (SLO), penyambungan ke PLN, dan token listrik pertama. .

Diketahui, PLN juga mendapat dukungan dari DPR RI dalam program penyediaan listrik untuk keluarga berpenghasilan rendah di kawasan 3T. Hingga saat ini, PLN telah menyalurkan listrik kepada 3.281 keluarga di Kalimantan Tengah dan 1.516 keluarga di Kalimantan Selatan.

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mewujudkan program BPBL ini. Karena menurutnya listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat.

“Program BPBL ini membuktikan bahwa negara melalui pemerintah dan stakeholder terkait hadir untuk menjamin keadilan energi, karena listrik merupakan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga kehidupan masyarakat lebih produktif dengan listrik,” pungkasnya.

(acd/ego)