liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88 BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO LAMBO69 LAMBO69 LAMBO69
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Ada Dugaan Manusia Hobbit Masih Hidup di Indonesia, Ini Kata Ilmuwan

Jakarta

Manusia Flores atau Homo floresiensis diperkirakan sudah punah, namun ada ilmiwan yang percaya keturunannya masih ada di Indonesia. Tapi benarkah manusia Hobbit masih ditemukan di hutan dalam Indonesia?

Jadi begini, spesimen pertama ditemukan di Flores pada September 2003 oleh arkeolog gabungan Indonesia-Australia. Mereka hendak mencari bukti migrasi manusia modern dari Asia ke Australia, tapi malah menemukan kerangka tubuh kecil hampir lengkap, LB1, di Gua Liang Bua. Penggalian selanjutnya di antara 2003-2004 pun menemukan tujuh kerangka baru. Di 2004, spesies terpisah kembali ditemukan dan diperkirakan berusia sekitar 74.000 tahun.

Lebih lanjut, pakar antropologi dari Universitas Alberta, Gregory Forth, yang beberapa lama tinggal di Flores, menulis sebuah buku Between Ape and Human: An Anthropologist on the Trail of a Hidden Hominoid. Berdasarkan wawancaranya dengan orang lokal yang kadang berjumpa dengan makhluk kecil menyerupai manusia kera, ia mengemukakan teori Homo Floresiensis mungkin masih eksis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tujuan saya menulis buku ini adalah untuk menemukan penjelasan terbaik, yaitu yang paling rasional dan didukung secara empiris, dari kisah tentang makhluk-makhluk itu,” tulis Forth seperti dikutip dari IFL Science, Minggu (3/12/2023).

“Ini termasuk laporan penampakan oleh lebih dari 30 saksi mata, yang semuanya saya ajak bicara langsung. Dan saya menyimpulkan bahwa cara terbaik untuk menjelaskan apa yang mereka katakan kepada saya adalah bahwa hominin non-sapiens telah bertahan di Flores hingga saat ini atau baru-baru ini,” lanjutnya.

Mengutip Popular Mechanic, peneliti memperkirakan spesies manusia mencapai Flores sekitar satu juta tahun lalu. Selama beberapa ribu tahun, mereka mengembangkan kekerdilan atau dwarfisme, sampai akhirnya punah sekitar 50.000 tahun yang lalu.

Manusia Hobbit dilaporkan hanya memiliki tinggi 106 cm. Volume otaknya sekitar 380 cc. Tinggi badan yang mungil itu dipercaya karena sebuah penyakit, sebagaimana diungkapkan oleh Teuku Jacob dari Universitas Gadjah Mada.

Merangkum CNBC Indonesia, Jacob menjelaskan Hobbit masih termasuk dalam spesies manusia modern dari Homo sapiens. Tapi mereka memiliki penyakit yang juga dialami masyarakat Flores.

“Spesies baru manusia dari Flores itu sebenarnya manusia modern yang termasuk dalam spesies Homo sapiens dari ras Australomelanesid. Hanya saja menurutnya, fosil manusia Flores tampak istimewa karena menderita penyakit microchepali yang banyak diderita oleh masyarakat Flores,” ucap Teuku Jacob.

Sementara itu, arkeolog dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Pindi Setiawan membantah temuan yang menyebut manusia purba masih hidup di Flores. Menurut Pindi, dari kelas Homo, yang masih hidup sampai sekarang hanya Homo sapiens atau manusia yang kini hidup di Flores.

“Setahu saya sekarang ya Homo sapiens saja, dari kelas Homo yang masih hidup. Homo sapiens itu ya DNA manusia Adam. Sama aja sih, hanya ada variasi warna kulit, bentuk rambut, bentuk mata, bisa juga cebol, jangkung, berjari 6. Itu variasinya,” kata Pindi seperti dikutip dari CNN Indonesia.com.

Simak Video “Mengenal Cara Manusia Purba Bali Bertahan Hidup dari Zaman ke Zaman”
[Gambas:Video 20detik]

(ask/ask)

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21