liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Ada yang Happy Petani Tembakau Demo Kantor Kemenkeu Pagi Ini, Siapa Dia?

Jakarta

Hari ini, ratusan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menggelar aksi demo di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Demonstrasi ini dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB.

Selain petani tembakau, pada aksi demo ini juga terdapat penjual kopi eceran atau dikenal di masyarakat dengan sebutan burung jalak alias “starbucks keliling”. Seorang penjual burung jalak terpantau di pintu gerbang kantor Kementerian Keuangan.

Sobirin, salah satu penjual burung jalak mengaku sudah berada di depan kantor Kementerian Keuangan sejak tadi pagi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saya sudah di sini sejak jam setengah 5 pagi,” ujarnya kepada detikcom, Senin (28/11/2022).

Sobirin awalnya tidak mengetahui bahwa hari ini akan ada demo di depan Kantor Kementerian Keuangan. Biasanya Sobirin berjualan di sekitar Dataran Banteng dan Pasar Baru, namun hari ini berjualan di depan kantor Kementerian Keuangan.

“Saya tidak tahu kalau ini (demonstrasi) akan terjadi. Banyak bus yang parkir di sekitar sini, jadi saya datang ke sini,” lanjutnya.

Diakui Sobirin, saat ada demo seperti ini, penghasilannya bertambah.

“Biasanya kalau tidak ada, kami tidak jual (barang dagangan). Apalagi musim hujan tidak laku. Cukup makan. Kalau ada demo seperti ini, pendapatan sehari bisa Rp 60.000,” ujarnya. dikatakan.

“Hari ini saya mendapat Rp 350.000. Laba bersih Rp 90.000,” tutupnya.

Ali, penjual burung jalak lainnya, juga mengaku bisa lebih untung jika ada demo seperti ini.

“Ya kalau satu hari ada demo seperti ini bisa dapat lebih dari Rp 50.000,” kata Ali kepada detikcom.

Namun, Ali juga mengatakan bahwa terkadang dia tidak mendapatkan keuntungan bahkan saat demonstrasi.

“Ya tergantung keberuntungan,” pungkasnya.

Ali biasanya berjualan di sekitar Dataran Banteng dan Masjid Istiqlal. Namun karena ada demo di depan kantor Kemenkeu, akhirnya ia berjualan di sekitar kantor Kemenkeu.

Simak video “Cara Zulhas Bangkitkan Petani Tembakau, Tumbuhkan Industri Rokok”
[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)