liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Anak Bos WanaArtha yang Lagi Dikejar Polri Diduga Punya 2 Kewarganegaraan

Jakarta

Polisi mengejar anak bos WanaArtha Life yang memiliki rekening Rp 1,4 triliun. Sebelumnya, WanaArtha terlibat kasus dugaan penyelewengan dana nasabah.

Menurut Kepala Subdirektorat Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Kombes Polri Bareskrim Pol Ma’mun, putra bungsu Bos WanaArtha ini memiliki dua kewarganegaraan. Ia lahir di AS, namun memiliki paspor Indonesia.

“Karena dia berkewarganegaraan ganda, lahir di AS tetapi memiliki paspor Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari kanal YouTube IPB TV, Sabtu (26/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ma’mun mengatakan, pihaknya masih melanjutkannya ke Amerika Serikat (AS). Ia berharap FBI bisa mengeluarkan red notice kepada buronan tersebut. Red notice adalah permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk menangkap buronan tersebut.

“Kami masih melanjutkan ke AS, red notice akan keluar, insyaallah segera keluar. Mudah-mudahan FBI bisa segera memberikannya,” ujarnya.

Aset yang terlibat dalam kasus ini sangat besar. Dana kelolaan WanaArtha diperkirakan mencapai Rp 17 triliun. Ma’mun menjelaskan, WanaArtha sebenarnya lembaga legal, tapi produknya ilegal.

Tujuh petinggi WanaArtha Life telah ditetapkan sebagai tersangka, dan aktivitas bisnis dibekukan sejak Oktober 2022. Tak berhenti di situ, putra bungsu pemilik WanaArtha Life juga ikut diburu.

Direktur PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) Yanes Yaneman Matulatuwa dan enam petinggi perusahaan ditetapkan sebagai tersangka. Enam tersangka lainnya merupakan pengurus Wanaartha yakni Daniel Halim, Yosef Meni, Terry Khesuma, Rezanantha Pietruschka, serta Evelina Larasati Fadil dan Manfred Armin Pietruschka.

(hons/hons)