Bantah Duit Seret, Investor Ungkap 'Dalang' Startup PHK Massal

Jakarta

Investor membuka suara mereka pada PHK yang merajalela (PHK) massa di awal atau awal yang telah terjadi baru-baru ini. Investor menganggap PHK terjadi karena startup memperkirakan akan kesulitan mendapatkan pendanaan untuk mendorong efisiensi.

Managing Partner East Ventures Roderick Purwana menolak PHK yang terjadi di awal karena investor kehabisan uang untuk menyediakan modal.

“Saya kira kalau dibilang kehabisan uang atau tidak, karena apalagi kalau dilihat akhir-akhir ini, semakin banyak investor, tidak hanya lokal, regional dan global, juga mengincar pasar Indonesia,” katanya di acara tersebut. Acara CEO Forum di Jakarta, Selasa (22/11/2019) 2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, jelasnya, biaya modal meningkat dalam 1-2 tahun terakhir. Padahal, biaya modal sebelumnya murah.

Hal ini menurutnya membuat investor cenderung berhati-hati dalam memberikan pembiayaan kepada perusahaan start-up.

“Sekarang mungkin lebih ketat karena suku bunga juga naik, ada cost of capital. Jadi investor lebih jeli, investor lebih hati-hati dalam melakukan investasi di perusahaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, situasi ini dilihat oleh perusahaan start-up sebagai potensi kesulitan mendapatkan pendanaan di masa mendatang. Akibatnya, startup menciptakan efisiensi.

“Dengan itu, mungkin beberapa perusahaan melihat ada potensi akan semakin sulit untuk mendapatkan tambahan dana untuk melanjutkan dan mereka mungkin akan mengambil jalan efisiensi sebagai salah satu opsi sepertinya,” jelasnya.

“Tapi mungkin itu dari sisi saya sebagai investor, kebijakannya mungkin kembali ke kebijakan masing-masing,” lanjutnya.

(acd/eds)