liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Buka-bukaan Jasindo soal PHK 262 Karyawan dan Tutup 43 Cabang

Jakarta

PT Asuransi Jasa Indonesia telah menutup puluhan kantor cabang dan merumahkan pekerja.

Hal ini dilakukan karena perusahaan ingin melakukan model perumahan dan proses bisnis.

Direktur Utama Jasindo Andy Samuel Panggabean mengungkapkan hingga akhir tahun 2021 total karyawan tercatat sebanyak 927 orang. Kemudian jumlah kantor cabang dan perwakilan sebanyak 73 unit.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saat ini hingga Desember 2022, jumlah pegawai kita 665 orang dari 927 orang tahun lalu. Perwakilan kita sekarang 30 orang dari 73 orang,” ujarnya di Komisi VI DPR.

Dijelaskannya, kantor-kantor tersebut ditutup karena Jasindo membuat perubahan pada proses dan model bisnis. Andy mengatakan, kantor perwakilan ini biasanya hanya diisi 2 sampai 3 orang pegawai.

Pengurangan sumber daya manusia (SDM) dilakukan karena proses klaim sepenuhnya ditarik ke pusat. Jadi tidak perlu ada karyawan di kantor perwakilan.

Dia menjelaskan penutupan kantor-kantor tersebut karena Jasindo melakukan perubahan proses dan model bisnis. Andy mengatakan, kantor perwakilan ini biasanya hanya diisi 2 sampai 3 orang pegawai.

Pengurangan sumber daya manusia (SDM) dilakukan karena proses klaim sepenuhnya ditarik ke pusat, sehingga perwakilan dan cabang tidak lagi membutuhkannya.

Kondisi Keuangan

Andy menjelaskan, risk based capital (RBC) atau modal perusahaan tidak memenuhi ketentuan Dewan Jasa Keuangan (OJK). “RBC Jasindo tidak memenuhi ketentuan OJK sebesar 120%, diaudit -84,85%. Kami akan menjelaskan secara singkat apa yang menyebabkan hal itu terjadi,” ujarnya.

Andy mengatakan, saat ini manajemen sedang berupaya mengembalikan solvabilitas perseroan ke level yang sehat dan memperkuat fondasi bisnis agar tetap sustainable dan prudent.

Menurut Andy, dari kondisi keuangan Jasindo, perlu dilakukan upaya organik dan anorganik untuk merestrukturisasi portofolio reasuransi kredit.

Ia juga melakukan penyempurnaan model bisnis dan proses bisnis perusahaan. “Kami telah melepas 10% kepemilikan di Mandiri Inhealth dan 20% di Tokio Marine,” ujarnya.

Kemudian Jasindo juga menilai kembali optimalisasi dan potensi perusahaan yaitu menjual aset tetap. Ia menargetkan untuk memenuhi kebutuhan modal sebesar 120%.

(kil/das)