liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Bukan Takjub, Lin Jarvis Malah Ogah Punya 8 Motor Seperti Ducati


Jakarta

Ducati akan lebih unggul dengan 8 motor di lintasan MotoGP musim depan. Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, tak mau mengikuti jejak pabrikan Borgo Panigale.

Kondisi Ducati dan Yamaha bak surga dan bumi. Ducati punya banyak dengan 8 motor, Yamaha sebenarnya tim yang paling banyak membuntuti hanya dengan dua motor.

Pabrikan yang menggunakan garpu tala ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah MotoGP yang tidak memiliki tim satelit. Musim depan, Lin Jarvis hanya mengandalkan Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, setelah RNF memilih Aprilia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Tahun depan tidak untung karena hanya punya dua motor,” keluh Lin Jarvis dikutip Motosan.es, Jumat (9/12/2022).

Lin Jarvis tidak memungkiri bahwa 8 sepeda motor yang ada di lintasan bisa memudahkan pendataan. Apalagi jika pebalap papan atas, Ducati sedang mendulang keuntungan.

“Ducati bisa mengumpulkan lebih banyak data. Tidak hanya tentang 8 motor di lintasan, tapi lima atau enam pembalap juga sangat cepat. Mereka sangat cepat.”

“Semua ketersediaan data ini, bisa menguji semua ban, bisa melihat semuanya dan kemudian mengevaluasinya, jelas merupakan sebuah keuntungan,” jelas Lin Jarvis.

Namun bagi Lin Jarvis, delapan sepeda motor terlalu banyak, bukannya menguntungkan malah menjadi beban dalam jangka panjang.

“Kami tidak mau punya 8 motor karena sebenarnya memberatkan. Di satu sisi menguntungkan, tapi juga memberatkan merawat 8 motor. Jadi menurut kami empat motor sudah optimal,” ujarnya.

Lin Jarvis adalah seorang pembalap Yamaha berpengalaman, dia telah menjadi kepala Departemen Balap Garpu Tala sejak tahun 1999. Dia telah memenangkan 8 gelar dunia MotoGP dengan tiga pembalap berbeda; Jorge Lorenzo (3 kali), Valentino Rossi (4 kali), dan Fabio Quartararo (1 kali). Dan musim depan akan menjadi kali pertama Yamaha tanpa tim satelit.

“Sayang sekali tahun depan kami tidak memiliki empat motor. Tapi kami berharap ke depannya, secepatnya, kami akan kembali dengan tim satelit lagi,” jelas Lin Jarvis.

Simak Video “Siap-Siap Hemat! Ini Bocoran Jadwal MotoGP Mandalika 2023”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)