liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Pelanggar Anggap Enteng Tilang ETLE, Tilang Manual Harus Diberlakukan Lagi


Jakarta

Tiket manual kembali berlaku. Namun, tidak semua pelanggaran akan didenda secara manual. Dirlantas Kombes Latif Usman Polda Metro Jaya memastikan akan dikenakan tilang manual untuk pelanggaran tertentu.

Pelanggaran yang dimaksud adalah melepas plat dan menggunakan knalpot bro.

“Denda manual dikenakan bagi yang memalsukan plat nomor dan mencopot plat nomor, serta balap liar dan knalpot brong. Itu saja pelanggarannya,” kata Latif seperti dikutip dari laman Korlantas Polri.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Bagi para pengendara yang ketahuan melakukan pelanggaran tersebut, jangan heran ketika polisi menghentikannya dan kemudian menindak. Polisi akan mengambil tindakan hukum dengan mengeluarkan surat tilang.

“Sekarang kita stop, kita cek. Kalau tidak sesuai kita tahan mobilnya sampai dia bisa menunjukkan surat-suratnya,” jelasnya.

Terkait penggunaan plat nomor, merupakan syarat wajib bagi kendaraan untuk beroperasi. Tanpa plat nomor, pengemudi dianggap melanggar Pasal 68 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan akan dijerat dengan Pasal 280. Pencabutan plat nomor dapat mengindikasikan tindak pidana.

Pasal 280 menyatakan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor yang tidak memiliki nomor polisi diancam dengan pidana penjara paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

“Tidak boleh mereka copot plat nomor (palsu), ini pelanggaran. Dan ini pelanggaran yang cukup berat maka akan kami keluarkan tilang untuk menyita kendaraan dengan tilang manual,” kata Latif.

Isu denda manual akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, setelah Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengimbau kepada polisi lalu lintas untuk tidak mengeluarkan denda manual pada Oktober lalu, pelanggaran lalu lintas semakin sering terjadi di sini. Orang-orang yang diharapkan mematuhi peraturan lalu lintas karena diawasi oleh kamera ETLE, justru sebaliknya.

Selain itu, ada fenomena melepas pelat atau merekamnya agar tidak tertangkap kamera ETLE. Dengan begitu, pelanggar lalu lintas tetap bisa berjalan tanpa dikenai sanksi. Hal ini kemudian disadari sebagai salah satu pelanggaran lalu lintas dan baru-baru ini mulai dikenakan tindakan disipliner.

Tonton video “Pengemudi ‘Nakal’ Meningkat, Haruskah Ada Lebih Banyak Tiket Manual?”
[Gambas:Video 20detik]
(kering/makan)