liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Cerita Valentino Rossi Tidak Tamat SMA Demi Balapan


Jakarta

Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi, ternyata tidak menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pilihan ini dihadapinya saat baru memulai kejuaraan balap dunia Grand Prix.

Dikutip dari wawancara dengan Graham Bensinger, Valentino Rossi menceritakan pengalaman hidupnya yang tak terlupakan. Rossi hampir pergi ke sekolah atau balapan.

“Di sekolah tidak mudah bagi saya, awalnya tidak terlalu buruk. Tapi tahun lalu saya hanya ingin memenangkan balapan,” ujar Rossi dikutip dari kanal YouTube Graham Bensinger, Kamis (12/1/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ini adalah periode yang tidak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya, karena pada tahun 1995 saya bisa memenangkan kejuaraan balap Eropa. Tiga besar bisa balapan di kejuaraan dunia. Jadi saya menandatangani kontrak dengan Aprilia pada tahun 1996. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” jelasnya.

Bolos sekolah menjadi pilihan Rossi jika sesuai dengan jadwal balapan. Namun, Rossi terancam tidak lulus SMA jika bolos sekolah lagi di tahun terakhirnya, padahal pria kelahiran 16 Februari 1979 itu sedang membangun mimpinya menjadi juara dunia.

“Masalahnya adalah ketika Anda berada di kejuaraan dunia Anda harus jauh dari rumah selama sebulan penuh. Dan pada bulan Maret, April berada di sekolah itu penting karena mereka melakukan banyak pekerjaan. Sekolah mengatakan kepada saya ‘jika Anda pergi (balap), kamu keluar’, kamu tidak akan membalap tahun depan,” kata Rossi.

Rossi melanjutkan, balap motor saat itu dianggap kurang populer dan menjanjikan. Jadi sekolah tidak terlalu mendukung karir balap Rossi. Rossi mencoba mematahkannya.

“Dan kami membuat keputusan (keluar dari sekolah),” katanya.

Darah balap yang mengalir dari sang ayah Graziano Rossi pun mendorong The Doctor untuk memilih balapan. Keputusan berhenti sekolah dan melanjutkan balapan menjadi pilihan yang diambil Valentino Rossi setelah berdiskusi dengan sang ayah. Sedangkan sang ibu, Stefania Palma lebih memilih anaknya berprofesi umum selain balap.

“Jadi saya membuat keputusan dengan ayah saya. Apa yang harus dilakukan, jadi saya mengambil kejuaraan dunia dan memutuskan untuk berhenti sekolah,” katanya.

“Ya benar (keputusan yang sulit bagi orang tua), apalagi mereka menghadapi tekanan dari sekolah. Terutama ibu saya, tapi ayah saya juga. Mereka ingin saya menyelesaikan pendidikan saya. Tapi bagi saya ini adalah keputusan yang tepat,” lanjutnya. . .

Meski masih sekolah, Rossi berhasil membuktikan dirinya sebagai pembalap yang sukses. Ia pun membanggakan kampung halamannya di Tavullia, Italia di pentas dunia.

Rossi juga menjadi sosok berpengaruh di dunia balap MotoGP. Atas prestasinya itu, Rossi dianugerahi gelar kehormatan dari Universitas Urbino, Italia pada 31 Mei 2005.

Valentino Rossi di Sepang 2005 Foto: Yamaha Factory Racing Tim MotoGP

Rektor Universitas, Giovanni Bogliolo, memberikan penghargaan khusus kepada pebalap Italia itu atas pengaruh positifnya sebagai contoh, juga untuk memperingati pencapaiannya sebagai salah satu pebalap terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

“Rossi memiliki keterampilan komunikasi yang luar biasa, bakat olahraga, kreativitas, dan kemampuannya untuk menonjol, tidak hanya di Italia, tetapi secara internasional, memajukan dunia olahraga,” kata pernyataan universitas tersebut saat itu.

Rossi mengatakan, dunia balap kini bisa dibilang lebih baik sehingga bisa berjalan seiring dengan pendidikan sekolah. Bahkan adiknya, Luca Marini, mampu menamatkan pendidikan SMA.

Foto Valentino Rossi: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

“Bagi kalian di Amerika (di mana Graham Bensinger tinggal), sangat berbeda. Semua siswa di sana didukung untuk bisa melakukan sesuatu di olahraga ini, di Italia sangat sulit, dan juga di tahun 1990-an ketika kalian balapan dengan sepeda motor. tidak benar “Ini seperti olahraga. Ini (pengalaman Rossi) adalah contoh yang baik untuk masa depan,” ujarnya.

“Misalnya kakak saya Luca (Marini), dia punya masalah yang sama tapi mereka (sekolah) membantunya, karena mereka juga belajar langsung dari pengalaman hidup saya.”

“Sekarang balap motor itu penting, dan sekolah pasti membantu. Faktanya Luca bisa tamat sekolah (setingkat SMA), sedangkan saya tidak bisa,” tambahnya.

Simak Video “Penghormatan Keanu Reeves Kepada Tom Cruise Untuk Valentino Rossi”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)