liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Daftar Lokasi SPBU yang Wajibkan Pakai QR Code untuk Beli Solar


Jakarta

Mulai Desember 2022, pembelian solar bersubsidi wajib menunjukkan QR Code. Eksperimen ini dilakukan di 11 kota di Indonesia.

Disebutkan, mulai 1 Desember pembelian subsidi harus menggunakan QR Code. Jika belum terdaftar, pemilik kendaraan hanya bisa membeli solar bersubsidi maksimal 40 liter per hari. Ini merupakan kebijakan agar penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi lebih tepat sasaran.

Sejauh ini baru 11 kota/kabupaten yang menerapkan subsidi tepat untuk pembelian solar bersubsidi. Berikut 11 kota yang menerapkan pembelian solar wajib menggunakan QR Codes.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kota Payakumbuh, Kabupaten Sumatera Barat. Pandeglang, Banten, Kab Ciamis, Jawa Barat, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kab Jepara, Jawa Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kab Wonogiri, Jawa Tengah Kota Mojokerto, Jawa Timur Kota Kediri, Kabupaten Jawa Timur. Lumajang, Jawa Timur Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Bagi yang sudah mendaftar untuk mendapatkan hak subsidi, cukup menunjukkan QR Code ke petugas SPBU untuk di scan sebelum melakukan transaksi. Anda dapat mencetak QR Code ini dan menempelkannya di kendaraan atau menyimpannya di ponsel Anda.

Dengan QR Code, pembelian solar dibatasi. Besaran pembatasan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Harga Penawaran, Distribusi dan Penjualan Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi nomor 04/P3JBT/BPH Migas/ KOM/2020.

Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa ada tiga kendaraan yang dapat menggunakan solar bersubsidi dengan kuota yang telah ditentukan. Kendaraan pribadi dialokasikan maksimal 60 liter per hari. Kemudian untuk angkutan umum beroda 4 orang atau maksimal 80 liter per hari. Terakhir, ada angkutan umum orang atau barang beroda 6 atau lebih dari 200 liter per hari.

Bagi Anda yang menggunakan solar bersubsidi namun belum mendaftar MyPertamina, maksimal hanya mendapat 40 liter per hari.

Simak Video “Penimbun 8.000 Liter BBM Bersubsidi Dijarah, Negara Rugi Rp 2,7 Miliar”
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)