liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Emas Kedua Untuk RI di IESF Bali 2022, Timnas eFootball Bantai Argentina

Jakarta

Setelah perjuangan wakil Indonesia di Kejuaraan Esports Dunia IESF Bali 2022 ke-14di cabang permainan eFootball 2023. Elga Cahya Putra, sukses membantai Argentina, dan menyabet gelar.

Hasil ini juga memberikan emas kedua untuk Indonesia. Pasalnya, sebelumnya atlet kebanggaan bangsa itu sukses menyabet gelar beregu Dota 2 terbaik di kejuaraan dunia esports ini.

Saat ditanya bagaimana jalannya permainan, tentu sangat seru. Elga sendiri sebenarnya menghadapi Argentina di laga final upper bracket, Jumat 9 Desember lalu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Saat itu persaingan sangat ketat. Keduanya sering menampilkan mekanisme permainan yang luar biasa.

Hanya saja, segala upaya yang dilakukan Elga, hasilnya tidak mengecewakan. Ia mampu tampil sebagai pemenang, dengan skor 2-1 dan mengantarkan Argentina ke final bottom bracket.

Kini di pertandingan grand final ini, mereka kembali bertemu. Namun ada sedikit perbedaan, dimana format pertandingannya adalah Best of 5 (Bo5).

Jadi, jika ingin mendapatkan gelar, salah satunya harus memenangkan tiga pertandingan. Misalnya skor yang tercipta antara 3-1, 3-2 atau 3-0.

Kebetulan Elga mampu memenangkan pertarungan ini dengan skor akhir 3-0. Sejak awal game pertama, dia sudah mampu mengatasi permainan.

Terbukti dengan penguasaan bola yang tercipta yaitu 62% for Indonesia dan 38% diperoleh Argentina. Itu terjadi di pertandingan dan babak pertama.

Meski wakil Argentina, Reynaldo Andres Molina Alfonsin, mampu mencetak satu poin melawan Indonesia. Tapi atlet esports Negeri ini, kembali memperpanjang kedudukan menjadi 3-1 hingga peluit panjang dibunyikan.

Berlanjut di game kedua, Indonesia mengamuk. Elga tak memberi kesempatan Reynaldo mencetak gol.

Masih tenang dengan umpan-umpan jarak pendeknya, Sang Garuda perlahan mulai menerobos lini pertahanan Bangsa Tango. Hingga akhirnya satu persatu skor tercipta.

Situasi semakin mudah dikendalikan ketika lawan mendapat kartu merah dan harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain di menit 77. Belum lagi cara bermain yang kasar, di mana Argentina kerap melakukan tekel geser.

Dengan ketenangannya, Elga berhasil membungkam Reynaldo dengan hasil akhir 3-0 tanpa balas di game kedua. Lalu bagaimana dengan game ketiga?

Kemenangan besar di gim pertama dan kedua memberi semangat tersendiri bagi Indonesia. Elga dengan permainan gaharnya kembali menyerang pertahanan kuat Argentina.

Dia mampu mencetak tiga poin melawan lawannya. Hasil ini juga memperkuat Garuda, merebut gelar Juara eFootball 2023 di IESF 14th Worlds Esports Championships Bali 2022 dan menambah koleksi emas.

Sedikit informasi, masih ada satu pertandingan lagi yang akan dipertandingkan yaitu cabang permainan Legenda Seluler. Di sini, Indonesia bertemu dengan Filipina.

Jika Indonesia kembali menyabet gelar juara, sudah pasti Sang Garuda yang jadi juara umum Kejuaraan Esports Dunia IESF ke-14.

Simak Video “Ini Jadwal Timnas Indonesia di IESF World Esports Championship 2022”
[Gambas:Video 20detik]

(hp/asj)