liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Fenomena Langka! Awan Berbentuk Ombak Bikin Terpana

Jakarta

Warga Wyoming, Amerika Serikat, terpana melihat langit. SEBUAH fenomena alam Peristiwa luar biasa, menampilkan deretan awan berbentuk gelombang laut.

“Ini pemandangan istimewa dan saya langsung mengabadikannya,” kata Rachel Gordon, warga setempat, seperti dikutip BBC, Sabtu (10/12/2022).

Dia memposting foto ini di akun Facebook-nya, dan menjadi viral dan dibagikan ulang oleh pengguna internet lainnya. Fenomena awan mirip gelombang ini terlihat pada Selasa (12/6) di atas puncak Gunung Bighorn dari Kota Sheridan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Rachel mengatakan dia mengambil gambar dari halaman rumahnya sebelum mempostingnya ke halaman Facebook-nya. “Itu momen yang luar biasa. Saya senang orang lain bisa menikmati pengalaman itu,” katanya.

Secara ilmiah, fenomena seperti itu dikenal sebagai ketidakstabilan Kelvin-Helmholtz atau ketidakstabilan Kelvin-Helmholtz. Nama tersebut diambil dari nama ilmuwan Lord Kelvin dan Hermann von Helmholtz, yang mempelajari ilmu fisika di balik fenomena tersebut.

Fenomena awan ketidakstabilan Kelvin-Helmholtz terbentuk ketika aliran udara yang lebih cepat bergerak di atas udara yang naik di bawah.

Wartawan BBC Weather Matt Taylor mengatakan gambar itu adalah salah satu contoh awan Kelvin-Helmholtz yang paling spektakuler dan epik yang pernah dilihatnya.

“Bagian dari keindahan awan Kelvin-Helmholtz adalah mereka benar-benar menunjukkan fluiditas atmosfer,” katanya.

“Seperti ombak di lautan, atmosfer bergerak dan bereaksi terhadap lingkungan di sekitarnya. Udara naik dan turun dengan sendirinya secara efektif,” lanjutnya.

Cloud Appreciation Society yang berbasis di Inggris menggambarkan formasi tersebut sebagai permata mahkota. Awan ini juga dikenal sebagai awan berfluktuasi dan dianggap sebagai inspirasi lukisan Malam Berbintang karya Van Gogh.

Simak Video “4 Fenomena Langit yang Akan Terjadi di Bulan Desember 2022”
[Gambas:Video 20detik]

(rns/fay)