liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Gregoria Diuntungkan Kondisi Lapangan Lawan


Jakarta

Gregoria Mariska Tunjung gagal melanjutkan aliran positifnya Final Tur Dunia BWF 2022. Dia dikalahkan oleh pemain bulu tangkis Korea Selatan An Se Young karena dia terlalu terburu-buru untuk menang.

Tampil di Nimibutr Arena, Bangkok, Kamis (8/12/2022), Gregoria melakoni laga keduanya di babak penyisihan Grup A melawan unggulan keempat, An Se Young.

Kalah di game pertama 9-21, Gregoria mampu menahan nafas setelah menang atas An Se Young di game kedua 21-11.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, keunggulan itu tak mampu ia pertahankan di gim ketiga. Juara dunia junior 2017 itu kalah 10-21, dan harus puas dengan kekalahan pertamanya di fase grup. Final Tur Dunia BWF 2022 yang merupakan turnamen terakhir tahun 2022.

“Dari segi permainan, saya merasa cukup baik hari ini. Polanya bekerja meski di poin terakhir saya banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya tidak bisa mengatasi beberapa faktor, seperti angin di lapangan,” kata Gregoria usai pertandingan. sesuai, dalam pernyataan tertulis.

“Saya juga bermain terlalu terburu-buru. Beberapa kali saya sempat gagal mencetak gol karena kurang sabar. Dalam situasi ini, semuanya harus diperhitungkan. Itu yang membuat saya kecewa,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Gregoria pun menilai An Se Young lebih diuntungkan dalam pertandingan ini karena sudah menjajal lapangan yang digunakan dalam pertandingan tersebut.

“An Se Young bermain di lapangan ini kemarin. Jadi secara keseluruhan dia mungkin sudah tahu bagaimana mengendalikan situasi. Selain itu, dia adalah tipe pemain yang aman,” ujarnya.

Dengan kekalahan tersebut, Gregoria tak pernah bisa bangkit dari pebulu tangkis nomor dua dunia itu. Saat ini, head to head keduanya masih 4-0. Keunggulan untuk An Se Young.

Gregoria masih akan menjalani final penyisihan grup Final Tur Dunia BWF 2022 melawan Akane Yamaguchi (Jepang). Ia berharap dapat meningkatkan motivasinya.

Mengacu pada rekor pertemuannya dengan Akane, Gregoria telah memenangkan tiga dari 12 pertemuan keduanya. Dua kemenangan itu diraih Gregoria tahun ini di Malaysia Masters 2022 dan Malaysia Open 2022. Satu lagi di Asian Games 2018.

“Kemarin saya tidak mau berpikir untuk menang. Hari ini saya tidak ingin berpikir untuk kalah. Besok masih ada pertandingan, semoga saya bisa menemukan motivasi lagi untuk menghadapi (Akane) Yamaguchi,” kata Gregoria.

(mcy/krs)