liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
'Hati-hati Indonesia Kebanjiran Impor Kendaraan Listrik'


Jakarta

Indonesia menargetkan 80 persen kendaraan listrik di jalan setidaknya pada 2030. Namun dia mengingatkan, populasi kendaraan listrik tidak harus berasal dari impor saja.

“Yang harus diwaspadai, kami juga tidak ingin membanjiri pasar Indonesia dengan mobil listrik impor, kami tidak ingin orang Indonesia membayar pekerja di luar negeri. Itu yang tidak kami inginkan,” kata Agus. dalam Rapat Kerja Gabungan Komisi VII DPR, dikutip Kamis (8/12/2022).

“Jadi ada tarik ulur antara penduduk dengan tarik ulur industri kepentingan dalam negeri, agar jam kerja tetap di Indonesia. Ini sangat penting,” imbuhnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berbagai regulasi terus dikeluarkan untuk mendorong akselerasi kendaraan listrik, dengan memproduksi di dalam negeri. Bagian dari itu, Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Listrik Baterai Angkutan Jalan.

Kemudian, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2022 tentang Spesifikasi, Roadmap Pengembangan, dan Ketentuan Perhitungan Kadar Komponen Dalam Negeri Kendaraan Listrik Berbaterai.

Selanjutnya, Inpres Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Listrik Baterai sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Dinas Perorangan bagi Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Agus mengungkapkan saat ini baru ada tiga produsen mobil listrik, 35 produsen sepeda motor roda dua dan tiga, serta empat perusahaan bus listrik yang diproduksi di dalam negeri.

Sementara itu, populasi kendaraan listrik di Indonesia masih tergolong sedikit. Berdasarkan data Persetujuan Tipe Kendaraan (VPA) Kementerian Perhubungan yang disampaikan oleh Menteri Perindustrian, sebanyak 25.316 unit kendaraan bermotor listrik (KBLBB) berbasis baterai telah didaftarkan. Rinciannya 21.668 sepeda motor, 3.317 mobil penumpang, 274 becak, 51 bus, dan 6 mobil barang. Data ini diambil pada 8 September 2022.

Agus Gumiwang mengatakan peraturan baru akan diterbitkan lagi untuk mempercepat pertumbuhan kendaraan listrik. Nantinya kebijakan baru tersebut akan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Bisa saya sampaikan di sini, semoga dalam waktu dekat ada kebijakan baru dari pemerintah, yang jujur ​​saja baru diadakan kemarin diketuai oleh presiden, tapi mungkin belum bisa saya buka, tapi itu saja. salah satu cara kami untuk mendorongnya lebih cepat. pertumbuhan industri mobil listrik, baik mobil maupun roda dua,” kata Agus.

Tonton videonya “Subsidi Kendaraan Listrik Menguntungkan Orang Kaya, Beneran?”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)