liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Jepang Bikin Pesawat Antariksa Tenaga Uap... Untuk ke Bulan!

Jakarta

Untuk pertama kalinya di dunia, badan antariksa Jepang, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), mengumumkan keberhasilannya menggunakan uap sebagai penggerak pesawat antariksa ke bulan.

Pesawat ruang angkasa CubeSat bertenaga uap JAXA, EQUilibriUm Lunar-Earth point 6U (EQUULEUS), telah diluncurkan dalam perjalanan oleh pesawat ruang angkasa Orion NASA.

“Ini merupakan kontrol orbit pertama di dunia yang berhasil melampaui orbit rendah Bumi dengan menggunakan sistem propulsi propelan air,” demikian pernyataan JAXA seperti dikutip dari Interesting Engineering, Sabtu (3/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

JAXA mengonfirmasi bahwa pesawat ruang angkasa EQUULEUS melakukan manuver yang memindahkannya ke jalur orbit yang direncanakan di titik Bumi-Bulan Lagrange 2 (EML2), yang terletak di luar bulan.

Titik Lagrangian adalah lokasi di ruang angkasa di mana gravitasi benda besar, seperti planet, diimbangi oleh gaya sentrifugal pesawat ruang angkasa, memungkinkan orbit yang sangat stabil. Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA, misalnya, terletak di Lagrange Point 2 (LP2).

[Gambas:Twitter]

Mirip dengan orbit uji misi CAPSTONE NASA bulan untuk proyek stasiun orbit Lunar Gateway, pesawat ruang angkasa EQUULEUS akan memungkinkan para ilmuwan menguji stabilitas EML2 untuk pengembangan potensi pelabuhan antariksa. Pelabuhan antariksa ini kemudian akan memungkinkan eksplorasi ruang angkasa lebih lanjut.

Misi tersebut akan melakukan sejumlah investigasi, termasuk menguji lingkungan radiasi untuk membantu menentukan tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan astronot di masa depan di lokasi luar angkasa.

“Saya bangga dengan tim operasi EQUULEUS, yang mampu menyelesaikan kontrol orbit yang diperlukan untuk terbang melewati Bulan dengan cepat, tak lama setelah peluncuran,” kata Profesor Ryu Funase dari Jaxa Institute of Space and Astronautical Sciences.

misi EQULUS

Tujuan utama misi EQUULEUS adalah mendemonstrasikan teknologi kontrol lintasan energi rendah untuk mencapai lokasi luar angkasa seperti EML2 dengan menggunakan lebih sedikit bahan bakar.

Ketika mencapai EML2, pesawat ruang angkasa CubeSat juga akan mempelajari fenomena yang disebabkan oleh gangguan elektromagnetik pada angin matahari, menganalisis plasma dalam sistem Bumi-Bulan, dan mengamati Objek Dekat Bumi (NEO), termasuk asteroid dan komet.

Pesawat ruang angkasa kecil ini dilengkapi dengan kamera berkecepatan sangat tinggi, sensor debu, dan teleskop ultraviolet.

“Sebagai hasil dari manuver kontrol orbit dan koreksi orbit sebelum dan sesudah lunar fly-by, lunar fly-by selesai sesuai rencana pada 22 November JST,” jelas JAXA dalam keterangannya.

Pesawat ruang angkasa EQUULEUS diperkirakan akan melakukan perjalanan selama kurang lebih 1,5 tahun sebelum mencapai titik Lagrange EML2.

Pesawat ruang angkasa itu bukan satu-satunya JAXA CubeSat yang dikirim ke luar angkasa dalam misi Artemis I NASA. Badan antariksa Jepang baru-baru ini harus membatalkan upaya pendaratan bulan dengan pesawat luar angkasanya OMOTENASHI.

Tonton Video “Melihat Fenomena Gerhana Bulan Total di Jakarta dan Kota-Kota di Seluruh Dunia”
[Gambas:Video 20detik]

(rns/fay)