Jual Rugi! Tarif Kereta Cepat JKT-BDG Mulai Rp 125 Ribu di 3 Tahun Pertama

Jakarta

PT Kereta Api Indonesia China (KCIC) menetapkan tarifnya Kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dalam 3 tahun pertama dengan jarak terpendek Rp 125.000. Harga ini lebih murah dari pengumuman sebelumnya yang minimal Rp 150.000.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, tarif KA Cepat Jakarta-Bandung untuk jarak terpendek Rp125.000 dan jarak terjauh Rp250.000 selama 3 tahun pertama beroperasi. Tiket tersebut diakuinya dijual dengan kerugian.

“Tarif 3 tahun pertama Rp 250.000 untuk tarif terjauh, tarif terdekat Rp 125.000 selama 3 tahun,” kata Dwiyana dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sebenarnya kalau mau bayar Rp 350.000 di stasiun terjauh dan Rp 150.000 di stasiun terpendek, tapi untuk 3 tahun pertama kita di harga Rp 250.000, tentu kita berharap lebih menarik. Jual rugi 3 tahun tapi 50 tahun beda,” lanjutnya.

Setelah masa operasi 3 tahun, tarif Kereta cepat Jakarta-Bandung akan diterapkan sesuai dengan studi kesediaan untuk membayar yang merupakan harga maksimum yang bersedia dibayar pelanggan untuk suatu produk atau layanan.

“Untuk strategi selanjutnya, kita masih akan mengkaji kembali berdasarkan kemauan membayar, dengan tarif terjauh Rp 350.000 dan tarif terendah Rp 150.000,” ujarnya.

Nantinya KA Jakarta-Bandung akan beroperasi dengan frekuensi sebanyak 68 rangkaian KA per hari. Jam operasional mulai pukul 05.30 hingga 22.00 WIB.

“Kapasitas tiap kereta 601 penumpang. Satu rangkaian (terdiri dari) 8 kereta,” ujarnya.

Sebagai informasi, jalur Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang 142,3 km dimana sepanjang jalur tersebut terdapat 4 stasiun pemberhentian yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang dan Stasiun Tegalluar. Kecepatan operasi maksimum mencapai 350 km/jam.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi terbatas pada Juni 2023. Saat ini progres fisiknya sudah mencapai 81,66% dan progres investasi sudah mencapai 91,40%.

(bantuan/das)