liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Jurus Pengelola Tol Cipali Tekan Angka Fatalitas Kecelakaan


Jakarta

Kecelakaan masih terjadi di Tol Cipali. Meski dari segi kontur, ketebalan dan faktor lainnya, Tol Cipali dinilai sangat ideal. Namun paling banter jalan di Tol Cipali kerap membuat pengendara lengah dan melaju dengan kecepatan hingga 150 km/jam.

Di sisi lain, tol Cipali masih digerakkan oleh truk ODOL (Over Dimension Over Loading) dengan kecepatan terbatas. Hal ini menyebabkan perbedaan kecepatan antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya menjadi terlalu tinggi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan truk ODOL hanya melaju dengan kecepatan 40 km/jam, sehingga selisihnya lebih dari 100 km/jam atau di atas gap kecepatan yang disarankan.

Sedangkan untuk rekomendasi IRAP (International Road Assessment Program), selisih kecepatan hanya 30 km/jam. Selain itu, risiko tabrakan dari depan ke belakang meningkat. Tol Cipali juga berada pada tingkat kelelahan pengemudi dan dapat mempengaruhi munculnya microsleep.

“Hasil dari celah kecepatan yang tinggi ini adalah pengurangan waktu reaksi manusia, dimana desain jalan nasional dan internasional mengasumsikan waktu reaksi manusia normal 2,5 detik, namun dengan celah yang tinggi ini waktu reaksi manusia berkurang menjadi di bawah 1 detik sehingga dalam mengakhiri risiko kecelakaan front-to-back meningkat,” jelas Penyidik ​​Senior KNKT Ahmad Wildan kepada detikOto.

Kendati demikian, pengelola tol juga telah melakukan beberapa upaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan tol penghubung Cikopo-Palimanan tersebut.

Mengutip situs resmi Astra Tol Cipali, guna meningkatkan keselamatan jalan ada pemasangan wire rope atau sling baja di KM 106, kemudian dipasang timbangan Weight in Motion (WIM) di Palimanan. Ada pula rambu batas kecepatan di sepanjang tol Cipali, pemasangan lampu strobo di 9 titik di area blind spot, pemasangan 10 lampu flip flop, pemasangan 40 titik hose light, dan 166 CCTV yang tersebar di setiap KM.

Serangkaian fasilitas peralatan keselamatan jalan juga mengikuti rekomendasi KNKT. Namun pemasangan pelindung belakang atau Rear Underrun Protection (RUP) pada kendaraan besar seperti truk untuk mengurangi kematian akibat benturan dari belakang harus lebih dioptimalkan.

“Pengelola tol sudah memasang marka pereduksi chevron, rest area sudah diperbaiki, tapi kapasitasnya memang perlu ditingkatkan, sedangkan ETLE masih dalam tahap pengembangan,” pungkas Wildan.

Simak Video “Kisah Korban Kecelakaan Tol Cipali KM 139”
[Gambas:Video 20detik]
(kering/rg)