Kementan Janji Bantu Bulog Serap 500 Ribu Ton Beras, Buwas: Tak Ada Realisasi!

Jakarta

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas mengatakan, Kementerian Pertanian berjanji akan membantu Bulog menyerapnya. Nasi petani 500 ribu ton. Namun, hingga saat ini janji tersebut belum terealisasi.

Buwas mengatakan kepada Komisi IV DPR RI dan jajaran Kementerian Pertanian bahwa Dirjen Tanaman Pangan Suwandi telah mengikrarkan janji tersebut. Buwas mengatakan, janji itu disampaikan Kelvin di depan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Bahkan saat itu sudah ada janji di depan Menko bahwa dalam waktu kurang dari seminggu akan menyetor 500 ribu ton beras ke Bulog,” kata Buwas, dalam rapat Komisi IV DPR RI, Rabu ( 23/2). 11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ya Pak Wandi waktu itu (janji). Waktu itu sekitar awal November. Sampai hari ini tidak jadi!” dia berkata.

Buwas mengatakan, hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas). Ia juga mencontohkan meski diinstruksikan untuk membeli 1 juta ton Nasi, Bulog bahkan mampu membiayai anggaran dari utang. “Tapi Bulog memang siap menyerap di dalam negeri,” katanya.

Buwas mengatakan Kementerian Pertanian sudah dua kali berjanji membantu Bulog memenuhi kebutuhan lumbung beras (CBP) pemerintah.

“Ini bukan main-main. Makanya kalau Pak Dirjen salah ngomong, gawat, perang negara. Pak Wandi sudah dua kali janji, jangan bercanda. Ini taruhan negara,” ujarnya.

Buwas mengatakan, Suwandi berjanji Kementerian Pertanian akan menyerahkannya dalam waktu satu minggu Nasi ke Bulog. Dia mengatakan sampai hari ini janji itu tidak ditepati. Buwas meminta Dirjen Kementan tidak hanya bicara atau janji saja.

“Saya ditanya apakah bisa beli 1 juta ton? Berapa harganya? Rp 10.200 per kg. Kami tunggu Pak. Sampai hari ini belum ada. Kami hanya bicara janji, dua kali tidak terealisasi. Ini bukan siapa yang turun. , siapa yang salah. Kalau negara kacau karena pangan, siapa yang bertanggung jawab? Jangan main-main soal pangan lagi. Jangan bicara seperti itu!” dia bersikeras.

(Ada)