liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Marquez Ingin Motor Seperti Ducati, Ungkap Kekurangan Timnya


Jakarta

Honda sedang melalui periode terburuk tanpa kemenangan di MotoGP 2022. Marc Marquez juga kecewa dengan motor yang dikendarainya di sesi tes yang tidak cukup untuk bersaing di MotoGP 2023.

Setelah menguji motor prototipe RC213V, Marc menyuarakan keluhannya. Dia merasa motor barunya kurang maksimal!

“Posisi riding motornya masih sama seperti dulu, sekarang karakternya lebih buruk. Performanya dibandingkan dengan RC213V lebih baik, tapi cara berkendaranya, saya benar-benar tidak nyaman. Sekarang sulit, di sirkuit. seperti Philip Island dan Qatar tidak apa-apa, tetapi ketika Anda harus berhenti dan masuk ke tikungan, ini bisa menjadi masalah,” ujar Marquez seperti dilansir GPone, Rabu (7/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Marc Marquez menjajal motor RC213V 2023 Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

Juara dunia 8 kali itu menghabiskan sebagian waktu MotoGP 2022 untuk pulih dari cedera dan operasi. Marquez hanya mengikuti total 12 balapan dan satu kali naik podium saat finis runner-up di Australia.

Untuk menghadapi musim depan, pergantian motor adalah salah satu permintaan Marc Marquez. Bahkan The Baby Alliens menyebut Honda harus bisa memiliki motor berspesifikasi seperti Ducati, stabil di setiap area sirkuit.

“Motor pemenang yang konsisten di semua trek kejuaraan MotoGP, sama seperti Ducati,” kata Marquez.

“Sebelumnya motornya sangat rendah dan pendek, sekarang sudah besar dan tinggi,” kata Marquez.

Marquez menyelesaikan musim 2022 dengan raihan 113 poin untuk mendarat di peringkat ke-13 klasemen akhir MotoGP 2022. Namun, Marquez tetap menjadi pebalap Honda terbaik dengan selisih 152 poin dari juara dunia Francesco Bagnaia.

Menurut Marquez, buruknya performa Honda menjadi salah satu penyebab minimnya komunikasi antara divisi balap yang bekerja di Jepang dan Eropa. Akibatnya, pengembangan sepeda motor RC213 V tertunda.

“Masalah kita besar, bukan kecil. Masalah kita bukan kurang sana-sini, tapi secara keseluruhan. Jadi, masalah kita bukan motornya, tapi proyeknya, yaitu di bidang koordinasi,” ucapnya via MotoGP.com.

“Kami perlu mengubah konsep dan cara tim berkoordinasi. Honda perlu memahami bagaimana mengelola sesuatu dengan lebih baik. Alasannya adalah sekarang ada lebih banyak balapan dan lebih sedikit pengujian. Cara Honda bekerja di pabrik lebih penting daripada di lapangan. Namun, tim di lintasan juga harus bekerja sama dengan pabrikan,” tambah Marquez.

Simak Video “MotoGP Dimulai Tanpa Penonton, Dorna: Full Indonesia!”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)