Memancing Minat Milenial Pada APBN


Jakarta

Kalau kita teliti, mungkin hanya beberapa generasi milenial yang paham keuangan negara. Padahal, hampir setiap aspek kehidupan kita berkaitan dengan keuangan negara. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam sebuah artikel menyebutkan, di era saat ini dimana gaya hidup sangat dinamis namun pengetahuan generasi milenial tentang pengelolaan keuangan masih minim sehingga menyebabkan mereka sulit mengatur keuangannya (sikapiuangmu.ojk). .go.ID).

Di sisi lain, Nigtyas (2019) menyatakan bahwa kurangnya literasi keuangan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang salah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan berdampak pada pengelolaan keuangan yang kurang baik dan tidak efektif yang juga dapat mengakibatkan perilaku masyarakat yang terkena krisis keuangan dan berpotensi menderita kerugian akibat kejahatan di bidang keuangan (Asian Scientific Journal of Business and Economics, volume 13 no. 1, hal.20-27). Hal senada juga terungkap dalam sebuah penelitian, bahwa generasi muda Indonesia memiliki literasi keuangan yang rendah (idntimes.com, 23 Agustus 2021).

Sebagai generasi penerus pembangunan nasional, generasi muda tentunya perlu memiliki literasi keuangan yang kuat. Mengapa demikian? Dilansir dari feb.unair.ac.id, setidaknya ada empat alasan penting bagi generasi muda untuk meningkatkan literasi keuangannya. Pertama, peran generasi muda sebagai pelaku ekonomi kritis. Artinya, generasi muda inilah yang dalam beberapa tahun atau dekade mendatang akan menjadi “pelaku ekonomi” di negeri ini bahkan dunia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Di tahun 2020 saja, disebutkan ada lebih dari 145 juta orang yang merupakan generasi muda. Kedua, literasi keuangan generasi muda relatif rendah. Oleh karena itu, keterbukaan hati dan pikiran sangat penting bagi generasi muda agar tidak terkendala oleh kemudahan teknologi informasi dan internet saja. Diharapkan generasi muda lebih peka terhadap setiap gerakan, perubahan, atau informasi yang viral di media massa dan media sosial. Ketiga, generasi muda juga lebih rentan dari segi finansial.

Kita semua tahu bahwa dengan fasilitas yang tersedia saat ini, akan lebih mudah bagi generasi muda untuk lebih bersenang-senang daripada menabung atau berinvestasi untuk menambah aset. Lalu keempat, generasi muda saat ini sangat mudah untuk menjadi pengikut dan mengikuti ajakan para influencer. Kita sering mendengar berita tentang laporan beberapa influencer tentang kasus robot perdagangan atau penipuan investasi.

Bersambung ke halaman berikutnya. Cukup klik