liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Menteri PANRB Curhat Sering Ditanya Tukin, Padahal Rapor ASN Masih Merah

Jakarta

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, dirinya jarang ditanya bagaimana cara meningkatkan kinerja ASN. Padahal, yang sering ditanyakan orang kepadanya adalah tentang bagaimana cara memperbaiki diri tunjangan kinerja.

“Jarang ketemu Menpan RB, banyak yang nanya gimana peningkatan kinerja, tapi selalu nanya gimana nambah tunjangan kinerja. Artinya nilai RB harus naik,” ujarnya, di acara ASN. Acara Closing Party Budaya 2023 di The Westin Jakarta, Rabu (25/01/2023).

Padahal, kata Anas, kinerja kementerian dan lembaga pemerintah dalam survei indeks MORAL Pegawai Negeri Sipil (ASN) masih dipenuhi rapor merah, terutama pada titik penyesuaian. Titik penyesuaian ini mendapat tanda merah di semua kementerian dan lembaga, baik di pusat maupun di daerah.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Sudah saatnya kita semua tidak hanya mempopulerkan tunjangan kinerja. Kami sangat tertarik dengan bupati, gubernur, menteri dalam hal tunjangan kinerja. Tapi kami tidak pernah bicara bagaimana meningkatkan kinerja, kami selalu ke bagaimana meningkatkan tunjangan, ” kata Anas.

Untuk itu, pihak ngotot untuk meningkatkan kinerja ASN melalui nilai-nilai dalam core values ​​AKHLAK. Anas mencontohkan, saat ini parameter untuk meningkatkan kinerja bukan hanya capaian administratif, tapi dampak yang lebih luas.

“Saya selalu mengatakan ini, mengambil tema bergerak reformasi berdampak. Kita bergerak. Kalau reformasi tidak berdampak, kita sibuk di level atas, kesenangan di organisasi tidak sampai berdampak. Jadi ini yang sering kita katakan, kita harus lebih banyak bergerak, memberi dampak, lalu maju terus agar lincah dan cepat,” ujar Anas.

Sementara itu, Deputi Sumber Daya Manusia (SDN) Kementerian Administrasi Negara dan Reformasi Birokrasi Negara, Alex Denni mengatakan, hasil survei indeks Moralitas seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia mencapai 60,9%. Dalam hal ini kinerja ditandai dengan rapor berwarna merah. Rapor paling merah yang dimaksud adalah pada titik penyesuaian nilai-nilai inti MORAL.

“PR kita masih banyak. Ini hasil survei kita, lumayan banyak, masih banyak rapor kita yang merah. Alex.

Dalam paparannya, Alex menunjukkan data tentang nilai indeks Moral. Terlihat nilai adjustment point untuk instansi pemerintah semuanya berada di bawah skor standar minimal alias merah dengan rata-rata 38,9%.

Rincian rata-rata ini diperoleh dari total nilai kinerja adaptif di pemerintah pusat yang mencapai 44,6%, lembaga sebesar 46,1%, pemerintah daerah sebesar 40%, pemerintah kota sebesar 39,2%, hingga pemerintah kabupaten sebesar 38%.

(dna/dna)