liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Motor Rp 7,9 Juta, Mobil Rp 66 Juta


Jakarta

Pemerintah Thailand mensubsidi setiap sepeda motor listrik dan mobil listrik baru yang dijual di negeri Gajah Putih itu. Untuk sepeda motor listrik subsidinya mencapai Rp 7,9 juta, sedangkan mobil listrik disubsidi hingga Rp 66 juta.

Negara-negara di Asia Tenggara berlomba-lomba membangun ekosistem kendaraan listrik di negaranya dengan menyasar konsumen baru. Tidak hanya di Indonesia, Thailand juga berusaha meningkatkan populasi kendaraan listrik di masyarakat dengan kebijakan subsidi harga sepeda motor listrik dan mobil listrik.

Dikutip dari Bangkok Post, sejak Agustus 2022, kabinet pemerintah Thailand telah menyepakati pengeluaran sekitar 2,92 miliar baht (Rp 1,29 triliun) untuk mensubsidi kendaraan listrik (EV). Kebijakan tersebut untuk mendorong Thailand menjadi basis produksi EV di kawasan, serta meningkatkan daya saing industri manufaktur EV-nya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menurut juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri, subsidi yang ditawarkan untuk pembelian mobil penumpang, truk pikap, dan sepeda motor berkisar antara 18.000 (Rp 7,9 juta) hingga 150.000 baht (Rp 66 juta) per unit.

Sesuai skema, subsidi sebesar 70.000 baht (Rp 31 juta) per unit battery electric vehicle (BEV) akan ditawarkan untuk mobil penumpang dengan harga kurang dari 2 juta baht (Rp 885 juta) dengan kapasitas baterai 10 -30 kWh.

Sedangkan subsidi sebesar 150.000 (Rp 66 juta) baht per mobil akan diberikan kepada mobil listrik dengan baterai di atas 30 kWh. Subsidi berlaku untuk mobil listrik yang diimpor penuh (CBU) dan rakitan lokal (CKD).

Sedangkan sepeda motor listrik dengan harga hingga 150.000 baht (Rp 66 juta) akan mendapat subsidi sekitar 18.000 baht (Rp 7,9 juta) per unit, baik untuk unit CKD maupun CBU.

Selain memberikan subsidi, pemerintah Thailand sebelumnya telah memberikan berbagai insentif, seperti menurunkan pajak mobil tahunan untuk kendaraan listrik yang terdaftar antara 1 Oktober 2022 hingga 30 September 2025 dengan diskon 80%. Pemerintah Thailand juga membebaskan bea masuk atas suku cadang yang diimpor.

Simak videonya “Siap-siap! Akan ada subsidi Rp 6,5 juta bagi yang membeli sepeda motor listrik”
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)