liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Pabrik iPhone Didemo, Saham Apple Amblas

Jakarta

Saham Apple anjlok 2,6% pada Senin (28/11) setelah muncul kabar pasokan model iPhone Pro turun sebanyak 6 juta unit.

Penurunan pasokan varian iPhone Pro terjadi menyusul permasalahan yang terjadi di pabrik Foxconn di China, yakni demonstrasi para pekerja pabrik yang memprotes keterlambatan pembayaran insentif.

Bloomberg melaporkan, mengutip sumber tanpa nama, bahwa Apple dan Foxconn hanya akan dapat menambal kekurangan produksi pada tahun 2023, dan ini tampaknya menjadi penyebab penurunan saham Apple.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Apple menolak mengomentari laporan ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasokan lini iPhone 14 termasuk iPhone 14 Pro di dunia terancam menyusul demonstrasi besar-besaran yang berujung ricuh di pabrik Foxconn di Zhengzhou.

Karena pabrik tersebut merupakan pabrik iPhone terbesar di dunia, Zhengzhou bahkan dijuluki ‘kota iPhone’ karena ukuran pabriknya. Ada lebih dari 200 ribu pekerja yang bekerja di pabrik tersebut, dan memproduksi sekitar 70% dari total jumlah iPhone di dunia.

Demonstrasi kini telah berakhir, namun akibatnya lebih dari 20 ribu pekerja meninggalkan pabrik setelah mengambil uang kompensasi.

Masalah di pabrik iPhone dimulai dengan aturan penutupan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah China. Untuk menghindari aturan ini, pekerja pabrik Foxconn diharuskan tinggal di kompleks pabrik.

Namun, banyak pekerja yang mengeluhkan ketidaknyamanan akibat berkurangnya stok makanan dan karantina yang terlalu ketat. Akibatnya, akhir bulan lalu banyak pekerja yang kabur dari area pabrik dan memaksa Foxconn untuk merekrut pekerja baru.

Masalah Foxconn tidak berhenti sampai di situ karena karyawan baru mereka bahkan bentrok dengan polisi. Pekerja yang berkonflik mengatakan mereka kecewa dengan kompensasi yang diberikan, dan mengeluh karena harus berbagi asrama dengan rekan kerja yang dinyatakan positif COVID-19.

Foxconn kemudian meminta maaf atas kesalahan teknis selama proses perekrutan. Perusahaan yang berbasis di Taiwan itu kemudian menawarkan 10.000 yuan (Rp 21 juta) agar para pekerja yang rusuh mengundurkan diri dan meninggalkan pabrik.

Tonton Video “Momen Kerusuhan Pekerja Pabrik iPhone Terbesar China”
[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)