liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Pembangunan MRT Fatmawati-Kampung Rambutan Ditargetkan 2024

Jakarta

PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana membangun jalur MRT Fase 4 (Fatmawati-Kp. Rambutan) pada 2024. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.

“Ini sama dengan kita menargetkan groundbreaking tahun 2024, terlepas dari masalah keuangan atau tidak, tahun 2024 harus ada groundbreaking,” ujarnya di Forum Wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2023).

Hingga saat ini, Tahap 4 sendiri masih dikaji kelayakannya oleh pemerintah daerah. Nantinya akan ada 10 stasiun yang terbentang dari Fatmawati hingga Kampung Rambutan dengan lintasan sekitar 10,9 km. Seluruh trek akan berada di bawah tanah atau sepenuhnya di bawah tanah.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pada Tahap 4, total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 17-20 triliun. Namun, khusus untuk Tahap 4 rencananya akan menerapkan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha), sehingga tidak semua anggaran yang dikeluarkan berasal dari pemerintah.

Untuk Tahap 4, Tuhiyat belum menentukan investor karena lelang terbuka masih berlangsung. Namun, dia mengatakan saat ini badan usaha dari Korea Selatan diprioritaskan untuk bekerjasama karena sudah memiliki Memorandum of Intent (MoI).

“Kebetulan ada prestudy yang dilakukan oleh salah satu teman saya dari Korea. Jadi dia berinisiatif untuk melakukan prestudy untuk rute tersebut dan kemudian diajukan, diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Maka dari itu dibuatlah MoI, Memorandum of Intent. Artinya Kemenperin ini berarti tekad mereka untuk bersama-sama dalam kerjasama tersebut,” ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan Fase 3 atau Jalur Timur-Barat juga ditargetkan pada 2024. Saat ini Fase 3 masih dalam tahap studi basic engineering design oleh Kementerian Perhubungan. Lalu ada sekitar 49 stasiun yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 84.102 km.

“Target kami ground breaking bisa dilakukan saat ini sudah financial closed, mudah-mudahan 2024 sudah bisa dilakukan. Itu sukses untuk mensukseskan proyek ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tuhiyat memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun jalur MRT Fase 3 sebesar Rp 160 triliun. Para investor sendiri datang dari Jepang karena masih terikat dengan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani saat acara G20 oleh Menteri Perhubungan RI, Gubernur PJ DKI Jakarta, dan Menteri Perhubungan dari Jepang beberapa waktu lalu.

“Jadi MoU inilah yang akan kita jadikan acuan sehingga sangat mungkin investor kita akan melanjutkan skema JICA dari Jepang,” ujarnya.

(dna/dna)