liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Pemerintah Mau Batasi Produksi Stainless Steel Demi Baterai Mobil Listrik

Jakarta

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan pemerintah akan membatasi produksi besi tahan karat. Langkah ini sejalan dengan pemerintah yang sedang mendorong pengembangan ekosistem baterai.

Stainless steel sendiri merupakan produk nikel olahan kelas dua atau disebut juga high grade nickel yaitu ferronickel (FeNi) dan Nickel Pig Iron (NPI). Nikel diolah dengan teknologi peleburan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF).

Sedangkan baterai kendaraan listrik atau litium menggunakan bahan baku nikel kadar rendah yaitu limonit. Keduanya diproses menggunakan teknologi yang berbeda. Bahan baku ini diperoleh dari proses peleburan nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Supaya kita tidak kehabisan bahan baku stainless steel, sehingga peleburan kita cukup, kita ingin mengalihkannya ke hal lain yang lebih hilir dan mengarah ke baterai,” kata Ridwan kepada media di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, Minggu (27/11/2022).

Karena itu, kata Ridwan, pemerintah kini meningkatkan produksi nikel kadar rendah, sejalan dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV). Sementara menurut dia, produksi nikel kadar tinggi dinilai cukup.

“Jadi kami anggap stainless steel sudah cukup karena kalau ditambah lagi, bahan baku kami tidak akan bertahan lama untuk baterai. Jadi untuk saat ini kami akan fokus pada nikel kadar rendah untuk baterai,” ujarnya.

Sementara saat ditanya roadmap, Ridwan tak merinci. Namun yang pasti, konsep yang disiapkan adalah fokus industri nikel untuk mendorong pengembangan ekosistem EV.

“Sebenarnya dari segi konsep juga dari sekarang kami juga berpikir demikian. Sekarang ini cukup banyak peleburannya. Jadi biar berkembang baik dulu, kami targetkan seperti untuk baterai,” terangnya.

Tak hanya itu, kata Ridwan, pemerintah berencana menambah sekitar 4 smelter HPAL, seiring kebutuhan bahan baku baterai listrik. Pemerintah juga sedang berkoordinasi dengan produsen kendaraan listrik agar baterai yang sudah diproduksi bisa langsung didistribusikan.

“Cukup smelter sampai sekarang (rencana pembangunan), kita lihat nanti,” ujarnya.

(dna/dna)