Pengguna Internet Makin Banyak Pasca Pandemi, Tantangan Ini Jadi Sorotan


Jakarta

pengguna internet Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Untuk itu, ketersediaan alamat IP dalam jumlah besar dipandang sebagai salah satu hal yang sangat dibutuhkan RI.

Direktur Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Aju Widya Sari, saat ini ketersediaan IP address versi 4 (IPv4) sangat terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong penggunaan IP address versi 6 (IPv6).

“Untuk menghadapi keterbatasan IPv4, Kemenkominfo mendorong penggunaan IP address versi 6 (IPv6). Dalam perhitungan, IPv6 bisa digunakan hingga 340 triliun triliun triliun address,” kata Aju, pada acara Tahunan ke-4 Member Meeting (AMM) Indonesia Network Information Center (IDNIC) 2022, ICE BSD, dikutip Jumat (25/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Aju mengatakan, pihaknya terus mendorong industri internet untuk menggunakan IPv6 sebagai solusi dari ketersediaan IPv4 yang diharapkan saat ini jumlahnya terbatas. Kemenkominfo berharap IPv6 bisa cepat diimplementasikan di Indonesia agar transformasi digital tidak mengalami hambatan, ujar Aju saat menjadi Keynote Speaker pada acara 4th AMM IDNIC tahun 2022.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif mengatakan, peningkatan jumlah pengguna dan trafik internet di Indonesia juga meningkatkan kerentanan dan ancaman di dunia siber. Oleh karena itu, menurutnya Indonesia perlu memperkuat ketahanan internet.

Arif menjelaskan, ketahanan internet adalah kemampuan untuk mengantisipasi, bertahan, pulih dari, dan beradaptasi dengan kondisi buruk, tekanan, serangan, atau kompromi terhadap sistem yang menggunakan sumber daya internet, seperti nama domain, nomor IP, alamat elektronik, jaringan, dll. lain. sumber. lainnya daring.

“Pada tahun 2020 tercatat ada 37 miliar kebocoran data dengan kerugian diprediksi mencapai US$10,5 triliun per tahun pada tahun 2025. Situasi ini menyadarkan kita akan pentingnya penguatan ketahanan internet, keamanan siber, dan perlindungan data”, ujar Arif.

Bersambung ke halaman berikutnya.