liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88 BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO BWTOTO LAMBO69 LAMBO69 LAMBO69
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Penyerang Turki Bela Galtier yang Dituding Rasis dan Islamofobia


Paris

Christophe Galtier terkena tudingan seseorang yang rasis Dan Islamofobia. Namun, mantan anak angkatnya dari Turki, Burak Yilmaz, yakin Galtier tidak melakukan hal itu.

Pelatih PSG Christophe Galtier dituduh sebagai sosok rasis dan Islamofobia. Dugaan ini muncul setelah surat elektronik (email) dari mantan direktur sepak bola Nice Julien Fournier kepada Dave Brailsford selaku direktur INEOS (perusahaan Nice) bocor ke media.

Dalam email tersebut, Fournier mengungkapkan kepada Brailsford tentang percakapannya dengan Galtier saat masih mengelola Nice. Sebelum bergabung dengan PSG di awal musim, Galtier melatih Nice pada 2021-2022. Galtier dikatakan mengeluh kepada Fournier karena terlalu banyak pemain kulit hitam dan Muslim di Nice saat itu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Galtier dibanjiri kritik atas kebocoran email tersebut. Ia bahkan dikabarkan menerima ancaman pembunuhan.

Di tengah kritik yang dilontarkan padanya, dukungan juga hadir untuk Galtier. Salah satunya berasal dari mantan anak angkatnya, Burak Yilmaz.

Striker Turki itu dilatih Galtier di Lille pada 2020-2021. Yilmaz yang beragama Islam menilai Galtier bukanlah sosok yang rasis dan Islamofobia. Dia menegaskan di akun Instagramnya bahwa dia tidak pernah menerima perlakuan diskriminatif selama dilatih oleh Galtier.

“Saya membaca berita hari ini dan merasa harus mengatakan sesuatu. Saya bekerja dengan Galtier dan tidak pernah mengalami perilaku negatif darinya karena agama atau kebangsaan saya. Dia adalah pelatih yang hebat dan juga orang yang hebat,” tulis Yilmaz.

Meski tudingan pernyataan rasis dan Islamofobia yang dilontarkan Galtier terjadi saat ia masih berada di Nice, Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi kabarnya akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut atas tuduhan rasis yang dilontarkan kepada Galtier. Masalah ini bisa mempengaruhi masa depan pelatih berusia 56 tahun itu bersama Les Parisiens.

(pur/krs)

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21