liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Penyesalan Terbesar Vinales karena Tinggalkan Suzuki


Jakarta

Maverick Vinales mengaku menyesal meninggalkan Suzuki di masa lalu untuk bergabung dengan Yamaha. Pebalap MotoGP yang kini membela Aprilia Racing itu mengatakan akan menjadi penggemar Suzuki selamanya.

Vinales mengalami pasang surut di MotoGP. Diprediksi akan memiliki karir yang luar biasa di Yamaha, pembalap Spanyol itu tidak dapat memenuhi ekspektasi produser Iwata, jadi dia akhirnya berselisih dengan timnya sendiri dan mengakhiri kontraknya setahun lebih awal dengan Yamaha.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Maverick Vinales saat masih membela Suzuki Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

“Saya akan tetap mencintai Suzuki. Saya pikir satu-satunya kesalahan yang saya buat dalam karir saya adalah meninggalkan tim,” kata Vinales seperti dikutip dari Motosan.

Sebagai informasi, Maverick Vinales membela Suzuki selama dua musim pada 2015 dan 2016. Pada musim debutnya, Vinales mampu finis di urutan ke-12 dengan raihan 97 poin. Di musim 2016, Vinales tampil bagus dan mampu menyelesaikan musim di posisi ke-3 dengan raihan 202 poin.

Melihat performanya yang menggembirakan, Yamaha pun tertarik dengan servis Vinales. Pada 2017, Vinales akhirnya pindah ke Yamaha menggantikan Jorge Lorenzo yang pindah ke Ducati.

Membela Yamaha selama kurang lebih 4,5 musim, Vinales tak bisa melewati tongkat estafet dari Jorge Lorenzo. Vinales hanya bisa bersaing di lima besar.

Di musim 2017 dia finis ketiga, lalu musim berikutnya dia finis keempat, lalu di musim 2019 Vinales finis ketiga lagi. Dan di tahun keempatnya, pebalap berjuluk Top Gun itu melorot ke urutan keenam.

Di tahun kelima, Vinales sempat berdebat dengan Yamaha, hingga akhirnya Vinales dan Yamaha sepakat mengakhiri kontrak di pertengahan MotoGP 2021. Musim itu Vinales menjalani 10 balapan bersama Yamaha dan 5 balapan bersama tim barunya, Aprilia. Di akhir musim Vinales finis di urutan ke-10.

Sedangkan Suzuki yang ditinggalkan Vinales justru semakin bagus. Puncaknya, pada musim 2020, mereka meraih gelar juara dunia MotoGP melalui pebalapnya, Joan Mir. Mungkin jika saat itu Vinales masih di Suzuki, mungkin dia sudah bisa meraih gelar juara dunia.

Simak Video “Podium Maverick Vinales Premier Bersama Aprilia”
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)