liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
RI Rp 21 T, China Cuma Rp 15 T


Jakarta

Perhitungan cost overruns alias pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih belum jelas. Negosiasi untuk menentukan besarnya cost overrun antara China dan Indonesia masih sulit.

Proyek tersebut dikerjakan oleh konsorsium perusahaan China dan Indonesia, PT Kereta Api Indonesia China (KCIC). Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan hingga saat ini negosiasi sengit masih berlangsung dengan pihak China. Perbedaan jumlah kereta cepat yang membengkak menjadi alasannya.

Dwiyana menjelaskan, pihak China tidak mengenal beberapa aspek perhitungan cost overruns proyek yang dihitung di Indonesia. Perhitungan overrun cost versi pemerintah Indonesia dinilai terlalu tinggi dibandingkan perhitungan China.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Dengan China, negosiasi cost overrun belum selesai dengan baik, negosiasi sedang berjalan,” kata Dwiyana saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2022).

Lalu berapa besar selisih hitungan bengkaknya Kereta Cepat Jakarta-Bandung antara Indonesia dan Cina?

Dalam catatan detikcom, dari dua penegasan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dihitung Kereta Cepat Jakarta-Bandung menelan biaya US$ 1,49 miliar atau Rp 21,8 triliun (kurs Rp 15.600). Pemerintah Indonesia menyerahkan angka pembengkakan proyek sebesar itu ke China.

Namun di sisi lain, hitungan China jauh lebih kecil. Bahkan tidak sampai mencapai US$ 1 miliar. November lalu, Dwiyana mengungkapkan pihak China menghitung kelebihan biaya hanya US$980 juta atau Rp15,2 triliun.

“Mereka sudah mempresentasikan hasil perhitungannya sekitar US$ 980 juta (Rp 15,19 triliun). Ada perbedaan karena beda cara melakukan kajian, beda metode dan beda asumsi,” ujarnya di Gedung DPR RI, Rabu ( 9/11/2022) yang kemudian .

Hingga saat ini, total investasi pembangunan kereta cepat tersebut dipatok US$ 6 miliar atau sekitar Rp 93,6 triliun. Jumlah itu bisa ditambah sesuai kesepakatan perhitungan cost overrun yang hingga kini masih sulit dinegosiasikan.

Pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung naik di halaman berikutnya.