liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Rupiah Digital Bukan Kripto, Terus Apa Dong?

Jakarta

Bank Indonesia (BI) akhirnya resmi mengumumkan penerbitan CBDC (Central Bank Digital Currency) alias Rupiah Digital.

Perencanaan ini tentu menimbulkan pertanyaan, apakah Rupiah Digital akan menggantikan uang kertas dan logam yang sudah berserakan? Apakah Rupiah Digital ini sama dengan cryptocurrency lainnya?

Praktisi perbankan, Abiwodo menjelaskan bahwa Rupiah Digital ini berbeda dengan kripto pada umumnya. Ia pun meyakini kehadiran Rupiah Digital dapat membuat transaksi uang elektronik meningkat dari waktu ke waktu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Dalam mengenal rupiah digital, tidak sedikit orang yang menyamakannya dengan cryptocurrency. Dari sini perlu dipahami bahwa CBDC bukanlah cryptocurrency seperti ethereum, bitcoin, dll. Karena berbeda dengan cryptocurrency, CBDC dihadirkan secara legal, jelasnya. , dikutip Minggu (18/12/2022).

Dia menjelaskan, pengelolaan CBDC juga dilakukan langsung oleh otoritas moneter negara. Oleh karena itu, fluktuasi nilai rupiah digital diharapkan lebih stabil. Jika memang demikian, maka ketahanan perbankan dapat terjaga dan lebih baik dari sebelumnya.

Dalam melahirkan rupiah digital, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Dari CBDC grosir hingga penerbitan, pemusnahan, hingga transfer antar bank. Dengan beberapa tahapan tersebut diharapkan rupiah digital dapat memberikan manfaat dan manfaat bagi semua pihak.

Hal itu juga diduga dilakukan BI tanpa alasan. BI berencana menerbitkan rupiah digital sebagai respons terhadap perubahan kondisi global.

Terutama dalam hal transaksi atau pembayaran. Adapun salah satu hal yang dapat Anda lihat di sini adalah regulator terkait crypto yang tidak dapat berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah. Aset kripto memang menjadi salah satu pemacu semangat untuk melahirkan rupiah digital.

Selain itu, bank jelas memiliki motivasi yang tinggi dalam menciptakan CBDC sebagai pengganti uang fisik. Motivasi tersebut terkait dengan pertimbangan efisiensi pembayaran, inklusi keuangan, dan keamanan dalam mekanisme pembayaran.

Tak hanya itu, upaya penerbitan buku putih pengembangan rupiah digital juga didasari oleh dukungan dan masukan dari industri. Menyadari hal tersebut, rupiah digital dinilai penting untuk hadir guna menjaga stabilitas perbankan.

Menurut Abiwodo, perlu dipahami bahwa rupiah CBDC menawarkan berbagai keuntungan yang mempengaruhi ketahanan perbankan. Setidaknya beberapa manfaat di bawah ini akan dirasakan oleh masyarakat.

Dengan hadirnya rupiah digital diharapkan dapat semakin memperkuat peran BI di kancah internasional. Jika peran BI bisa lebih baik dari sebelumnya, maka akan mampu mempercepat integrasi ekonomi keuangan digital negara.

Selain memberdayakan peran BI, jika rupiah digital benar-benar dihadirkan, besar kemungkinan akan mampu memberikan kemudahan lebih dalam pembayaran digital. Dalam hal ini, masyarakat akan lebih mudah berbelanja online, membangun bisnis di ekosistem e-commerce dan lainnya.

(das/dna)