liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Sambangi Kantor Pajak, Jokowi Kaget Masih Ada Antrean Lapor SPT

Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Utama Surakarta, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (9/3/2023). Jokowi mengecek langsung penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) 2022 oleh masyarakat.

“Saya kaget, masih banyak yang antri padahal kita bisa e-Filing dari rumah, online dari rumah, ternyata WP-wajib pajak-mau memastikan apa yang diisi benar, kadang-kadang. Saya tidak yakin kemudian diminta ke sini lalu dibayar,” kata Jokowi usai meninjau, dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (9/3/2023).

Jokowi mengatakan hingga 9 Maret 2023, sebanyak 6,6 juta wajib pajak telah menyampaikan SPT. Jokowi menilai angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 5,4 juta pada periode waktu yang sama.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kemudian 6,6 (jutaan), berarti ada peningkatan orang yang mengirimkan SPT, masyarakat semua bersemangat mengirim SPT, ini yang saya senang,” ucapnya.

“Saya sendiri juga mengirimkan SPT melalui e-Filing Senin lalu,” lanjut Presiden.

Jokowi juga mengimbau kepada seluruh wajib pajak untuk segera menyampaikan SPT hingga 31 Maret 2023. Jokowi menambahkan, penerimaan negara dari pajak akan digunakan untuk mendorong pembangunan.

“Kita berharap penerimaan pajak negara bisa digunakan untuk subsidi minyak, subsidi listrik, subsidi pupuk, untuk dana desa, untuk bansos, untuk membangun jalan, untuk membangun pelabuhan, untuk memperbaiki jalan, itu saja penerimaan pajak yang kita dapat. . ” dia bersikeras.

Mendampingi Jokowi dalam survei tersebut adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa.

(hons/hons)