liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Stafsus Erick Thohir Buka-bukaan Kabar Suntik Mati Argo Parahyangan


Jakarta

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga angkat bicara soal isu perkeretaapian Argo Parahyangan akan ‘disuntik mati’ saat Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) beroperasi tahun depan.

Arya menjelaskan, sejauh ini proses di pemerintah terkait hal tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Sejauh ini masih dalam pembahasan. Masih lama, masih 7 bulan (operasional KCJB). Jadi tidak ada yang perlu dihentikan dan sebagainya,” kata Arya, saat dihubungi detik.com, Sabtu (12/03/ 2019). 2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kereta Cepat Lebih Praktis

Di sisi lain, menurut Arya KCJB lebih praktis ketimbang KA Argo Parahyangan. Dalam hal ini, dia menekankan waktu tempuh dan harga tiket kereta kelas eksekutif dan mewah.

Arya mencoba membandingkan keduanya. Katanya, tiket KA Eksekutif Argo Parahyangan biasanya dibanderol Rp 150-170 ribu dengan waktu tempuh 3 jam. Sedangkan untuk kelas luxury bisa mencapai Rp 400.000.

“Jadi 3 jam. Ini mobil cepat Rp 250 ribu 30 menit,” jelas Arya saat dihubungi detik.com, Sabtu (12/3/2022).

Terkait isu KCJB tidak sampai ke Kota Bandung, Arya menjelaskan, di Padalarang sendiri akan ada pengumpan atau transportasi khusus yang terintegrasi dengan kereta cepat.

Feeder ini akan terus mengangkut penumpang menuju Kota Bandung, sehingga total waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1 jam. Kemudian untuk tarif, jika dijumlahkan dengan tarif pengumpan maka total tarif antara Rp 250-300 ribu.

“Jadi silahkan dipertimbangkan saja. Coba kita pilih mana yang Rp 150-170 ribu, 3 jam. Dengan Rp 250-300 ribu tapi satu jam. Coba bandingkan seperti itu, untuk kalangan menengah ke atas,” dia berkata.

Berdasarkan perhitungan itu, menurut dia, kereta cepat lebih praktis untuk kalangan menengah ke atas dari segi tarif dan waktu tempuh.

“Itu menjadi pertimbangan para penikmat kereta, khususnya kereta eksekutif Parahyangan dinikmati oleh kalangan menengah ke atas,” ujarnya.

Bersambung ke halaman berikutnya.