liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Datang dan Pergi dengan Selamat


Jakarta

Juara dunia World Superbike (WSBK) musim lalu, Alvaro Bautista, menilai motor MotoGP terlalu banyak menggunakan perangkat elektronik dan aerodinamis. Oleh karena itu, tingkat ketergantungan pengendara terhadap tunggangannya kini lebih tinggi.

Pernyataan Alvaro Bautista sebenarnya sama dengan yang dikatakan Marc Marquez. Menurut keduanya, adanya perangkat tambahan membuat karakter semua sepeda motor hampir sama. Sebenarnya, balapan berlangsung lancar dan tidak banyak aksi menyalip.

“MotoGP saat ini sama dengan Formula 1. MotoGP memiliki karakter yang sama untuk bisa melaju kencang. Sedangkan di WSBK, teknologi tambahannya kurang. Jadi karakter motor Kawasaki sangat berbeda dengan Yamaha atau Ducati,” ujarnya. dikatakan. Bautista, dikutip dari Crash, Jumat (8/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Alvaro Bautista juarai WSBK 2022. Foto: Ducati Corse.

Bautista secara tidak langsung menilai WSBK saat ini lebih seru ketimbang MotoGP. Sebab, menurutnya, karakteristik masing-masing sepeda motor yang berbeda membuat persaingan semakin ketat dan menarik untuk disaksikan.

“Ada banyak overtaking (di WSBK), karena dalam satu putaran setiap motor lebih unggul di titik tertentu dan lemah di titik lain. Ini memungkinkan para pebalap membuat sedikit perbedaan,” ujarnya.

Tak hanya itu, menurutnya penggunaan ban Pirelli menjadi salah satu faktor daya tarik balapan WSBK. Bautista menilai ban Michelin di MotoGP sulit dikendalikan saat pengendara melakukan pergerakan ekstrim. Sedangkan ban Pirelli lebih bersahabat.

“Pirelli juga memungkinkan Anda melakukan perubahan, meski tampaknya Michelin harus digunakan dengan cara tertentu dan ketika Anda mencoba melakukan sesuatu yang lebih, Anda jatuh,” katanya.

Toprak Razgatlioglu di WSBK Mandalika 2022. Foto: Ridwan Arifin

Pada akhirnya, menurutnya, WSBK kini jauh lebih seru dan menghibur dibanding beberapa musim lalu. Pembalap asal Spanyol itu juga menilai persaingan di kejuaraan kali ini semakin ketat.

“Selain itu, motor ini lebih banyak bergerak dan itulah mengapa ada hiburan. Dari luar, saya pikir Superbike memungkinkan pengendara untuk berbuat lebih banyak daripada di MotoGP,” ujarnya.

Simak Video “Kedatangan Logistik WSBK Mandalika 2022 Tiba di Lombok”
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/din)