liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Tertipu, Dikira Streaming Piala Dunia 2022 Tahunya FIFA 23

Jakarta

Sebagian besar game generasi terbaru saat ini memiliki grafik yang sangat realistis, tidak terkecuali FIFA 23. Ini sangat realistis, beberapa berpikir itu cocok Piala Dunia 2022 Asli.

Dilansir VNExpress, situs berita asal Vietnam, seorang pembaca mengaku tertipu saat menonton video pertandingan FIFA 23 di YouTube yang dikiranya pertandingan Piala Dunia 2022 dengan kualitas video yang rendah.

Tautan ke video streaming di YouTube ditemukan di Google saat mencari tautan untuk streaming pertandingan antara Jerman dan Jepang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saya tidak menyadarinya sampai saya membaca komentar di siaran langsung dan melihat wajah pemain dari dekat, hanya untuk menyadari bahwa itu adalah gambar dari game FIFA 23 yang mensimulasikan Piala Dunia,” kata pembaca tersebut.

Kecurangan semacam ini biasa terjadi di YouTube. Ini adalah pengguna yang menganggur yang memposting video dari game eFootball atau FIFA 23 menggunakan judul sesuai dengan pertandingan asli yang sedang berlangsung.

Untuk lebih meyakinkan, mereka menambahkan gambar titik merah di samping deskripsi video, yang awalnya hanya muncul saat live streaming. Salah satu contohnya adalah akun Minute90Kplus, yang salah satunya berhasil menarik 200.000 penayangan, meskipun mungkin sebagian besar penonton langsung berhenti menonton ketika menyadari bahwa mereka ditipu.

Salah satu taktik yang digunakan untuk menipu sebenarnya sederhana. Itu menurunkan resolusi video menjadi 240p, yang membuat gambar menjadi sangat buram saat kamera memotret dari kejauhan. Cheat ini hanya terlihat saat kamera menampilkan gambar pemain secara close-up.

Bukan hanya sepak bola. Ada juga game simulasi perang Arma 3 yang meminta para pemainnya untuk berhenti memposting klip video dari game tersebut dan mengklaimnya sebagai adegan perang yang sebenarnya.

Video ini mungkin melanggar aturan Google terhadap judul video yang menyesatkan. Kendati demikian, video tersebut terus beredar bahkan muncul di halaman pencarian Google. Halo, Google?

Simak Video “5 Teknologi Canggih yang Hanya Ada di Piala Dunia 2022”
[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)