liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Tim Karate Tradisional Dapat Dukungan WNI di Uzbekistan


Tashkent

Tim Karate Tradisional Indonesia akan bertanding di Uzbekistan akhir pekan ini. Dukungan masyarakat Indonesia ada untuk mendongkrak semangat para atlet.

Federasi Karate Tradisional Indonesia (INATKKF) akan tampil pada 3rd Oceania Asia Traditional Karate Cup 2022 yang akan berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, 8-11 Desember 2022.

Indonesia mengirimkan tiga wakilnya, yakni Ehwatu Zuriyah, Devi Amylia Puteri, dan Roberto Lusiandro Manu yang didampingi pelatih sekaligus atlet veteran Erwin Syauridhani.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pertandingannya sendiri baru dimulai pada Sabtu (10/12) dan berakhir pada Minggu (11/12). Indonesia sendiri mengincar tiga medali emas di ajang ini.

Bukan tugas yang mudah, oleh karena itu Federasi Karate Tradisional Indonesia (INATKF) meminta masyarakat Indonesia yang tinggal di Tashkent untuk mendukung penuh prestasi atlet nantinya.

“Bapak ibu dapat memanfaatkan hari Sabtu dan Minggu tanggal 11-12 Desember 2022 untuk menyaksikan Pertandingan Tradisional Karate Cup Federation Asia-Oseania di GOR Tashkent City. Doakan kami mendapatkan emas agar bendera Indonesia dapat berkibar dengan bangga,” ujar Muchlas Rowi selaku Ketua INATKF dalam keterangannya kepada detikSport

Muchlas optimistis para atlet bisa tampil bagus karena semuanya tampil gemilang di Kejurnas Piala Erick Thohir di Surabaya baru-baru ini. Tokoh Jawa Barat itu tak lupa memohon doa dari Yang Maha Kuasa agar kontingen diberikan kemudahan saat mengikuti upacara.

Tokoh Jawa Barat ini mengulang, selebihnya dikerjakan Tuhan, selebihnya dikerjakan manusia. Artinya, jika atlet sudah menunjukkan performa terbaik dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa, maka bukan tidak mungkin kemenangan bisa diraih.

“Ayah dan Ibu mendoakan agar tim bisa menampilkan performa terbaik. Kita harus optimis, jika kita sudah berlatih dan berdoa dengan maksimal kepada Tuhan, maka biarlah perhitungan Tuhan yang menentukan, jika kita mendapatkan emas, maka akan dipersembahkan untuk Indonesia yang sedang berduka atas berbagai peristiwa. itu yang terjadi,” kata Muchlas.

Muchlas sendiri menyampaikan pidato tersebut di hadapan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hadir dalam acara sosialisasi E-KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Asing) di KBRI Uzbekistan, Kamis (8/11/2022).

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras KBRI Uzbekistan, khususnya Bapak Dubes Sunaryo Kartadinata dan Counsellor Ika Yuniar Wulandari serta seluruh pegawai KBRI Uzbekistan. Kita bisa melihat berbagai upaya yang dilakukan KBRI Uzbekistan. dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada WNI KBRI Tashkent juga melayani delegasi Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan,” ujar Muchlas.

“Kehadiran kami sebagai tenaga profesional di negara lain dengan prestasi kerja yang sangat baik merupakan bentuk bela negara dan citra positif negara.”

(mrp/aff)