liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Tol Cipali Disebut Mematikan, Ini 5 Cara Hindari Kecelakaan Maut


Jakarta

Tol Cipali disebut sebagai salah satu jalan tol dengan tingkat kematian yang tinggi. Bahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut Tol Cipali merupakan salah satu tol dengan angka kematian tertinggi di dunia.

Hal itu diungkapkan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno. Menurut data Kementerian Perhubungan, di Tol Cipali rata-rata terjadi 1 kematian per kilometer.

“Kecelakaan di tol terus meningkat. Tol Cipali adalah tol nomor satu di dunia, korban kecelakaan fatal tertinggi, itu sekitar 1 km berapa korban, ada perhitungannya. Darat.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Untuk menghindari kecelakaan fatal, cara mengemudi pengguna jalan tol menjadi sangat penting. Pengemudi dapat menghindari kecelakaan fatal jika semua orang menggunakan praktik mengemudi yang aman.

Berikut empat cara menghindari kecelakaan fatal di jalan tol menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director of Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana.

1. Tetapkan Waktu Mengemudi Maksimum

Menurut Sony, pengemudi memiliki batas maksimal mengemudi. Untuk itu, saat melakukan perjalanan jauh, pengendara harus berhenti dan beristirahat sekedar untuk menyegarkan badan dan pikiran.

“Tol Cipali memangkas waktu dan jarak tempuh, tapi bukan berarti bisa kebablasan dengan polling,” ujar Sony kepada detikcom, Minggu (4/12/2022).

Menurutnya, pengelola sudah menyiapkan rest area yang nyaman dan lengkap untuk bersantai. Pengemudi harus memahami waktu istirahat saat mengemudi.

“Istirahat ini perlu dilakukan mengingat tubuh manusia memiliki kemampuan yang terbatas untuk fokus dan aktif saat berkendara. Sehingga sangat penting bagi pengemudi untuk mengatur perjalanan dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Pastikan berkendara maksimal 3 jam dan bergantian dengan istirahat 15-20 menit,” jelasnya.

Alasan berkendara maksimal tiga jam karena konsentrasi pengemudi saat berkendara maksimal tiga jam. Lebih dari itu pengemudi bisa mengalami gangguan aliran darah dan oksigen.

“Selain itu, 3 jam di dalam kabin menciptakan rasa terkurung, tidak hanya secara visual tapi juga otak. Itu sebabnya panoramic roof, moonroof sangat membantu,” ujar Sony.

2. Pastikan kondisi kendaraan sehat

Sony juga menekankan bahwa kendaraan harus dalam kondisi baik. Baik dari bagian mesin hingga ban harus menunjang keselamatan.

Menurutnya, Tol Cipali juga cukup panjang, artinya pengendara bisa menghadapi kondisi cuaca yang berbeda, terang bertemu gelap dan sebaliknya. Jadi, menurut Sony, kendaraan dan ban harus menyesuaikan kemampuannya dengan kondisi tersebut.

“Sekarang penyesuaiannya melalui refreshment/istirahat untuk persiapan berkendara selanjutnya,” ujarnya.

3. Tidak perlu terburu-buru

Sony menambahkan, permukaan tol juga kerap bervariasi, kadang aspal, kadang beton, juga ketinggiannya berbeda. Setiap jenis jalan memiliki karakter seperti keras, lunak, panas, silau, mulus, bergelombang atau bergelombang.

“Untuk memastikan kendaraan terkendali dan meminimalisir kecelakaan, salah satunya dengan mematuhi batas kecepatan,” ujarnya.

Batas kecepatan maksimum di jalan tol adalah 100 km/jam. Dengan mematuhi batas kecepatan maksimal di jalan raya, pengemudi tetap dapat mengendalikan kendaraannya.

4. Waspadai Bahaya Highway Hypnosis

Berkendara di jalan tol juga berisiko mengalami gejala highway hypnosis, yaitu saat pengemudi terbuai dengan pemandangan dan aktivitas yang membosankan di jalan tol. Hal ini sering menyebabkan pengendara lamban dalam mengantisipasi kecelakaan. “Jika persepsi jarak kacau, segera istirahat,” kata Sony.

Untuk itu, Sony merekomendasikan agar pengemudi mengoptimalkan aktivitas berkendaranya. Lakukan dengan metode comment driving atau mengemudi sambil mengomentari lingkungan.

“Dengan berkomentar, rahang akan bergerak dan oksigen akan dipompa ke otak. Sehingga pengemudi bisa fokus, tidak mengantuk dan waspada terhadap bahaya,” ujarnya.

5. Truk ODOL Harus Disiplin!

Menurut Sony, truk kelebihan dimensi (ODOL) merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan fatal. Dia mengatakan truk ODOL merusak infrastruktur.

“Apakah ODOL (truk) sebagai perusak infrastruktur jalan tol dan penyumbang kecelakaan sudah ditertibkan? Semua data kecelakaan harus detail sebab akibat,” kata Sony.

Menurutnya, truk ODOL yang kelebihan muatan pasti akan merusak permukaan jalan. Jika permukaan aspal rusak, kerikil akan membuatnya halus untuk membuat lubang. Kendaraan yang melintas bisa mengalami selip, berbelok, hingga ban pecah. Sedangkan jika permukaan jalan beton akan retak dan menimbulkan celah hingga runtuh.

“Dan mereka banyak merusak di jalur kiri tol Cipali. Sekarang ODOL melaju ke kanan/tengah dengan kecepatan rendah. Bahaya tabrakan dari belakang tinggal menunggu waktu. Kendaraan yang mau menyalip di kecepatan yang lebih tinggi melewati kiri atau bahu jalan. Bagaimana tidak berbahaya? Jika berperilaku seperti itu?” jelas Sony.

Simak Video “Kisah Korban Kecelakaan Tol Cipali KM 139”
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)