liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Tol Cipali Disebut Paling 'Mematikan', Ini Pelajaran Pentingnya


Jakarta

Tol Cipali disebut-sebut sebagai tol dengan angka kematian yang tinggi. Ini menjadi pelajaran penting bagi para pengendara agar tidak menjadi korban kecelakaan fatal di jalan tol.

Kementerian Perhubungan mengungkapkan, Tol Cipali memiliki angka kematian tertinggi di dunia. Menurut data Kementerian Perhubungan, setidaknya ada satu kematian per kilometer.

“Kecelakaan di jalan tol semakin meningkat. Tol Cipali merupakan tol nomor satu di dunia. Tol ini merupakan tol dengan jumlah kecelakaan fatal terbanyak,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berbagai upaya telah dilakukan pengelola jalan tol untuk menekan angka kecelakaan yang memakan korban jiwa. Namun, kecelakaan tetap saja terjadi.

Agar tidak terjadi kecelakaan fatal di tol Cipali, setidaknya ada beberapa hal yang perlu dilakukan pengendara. Hal tersebut disampaikan oleh praktisi keselamatan berkendara yang juga Direktur Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana. Pertama soal kecepatan kendaraan.

“Tol Cipali memangkas waktu dan jarak tempuh, tapi bukan berarti bisa kebablasan dengan polling,” ujar Sony kepada detikcom, Minggu (4/12/2022).

Menurutnya, pengelola sudah menyiapkan rest area yang nyaman dan lengkap untuk bersantai. Pengemudi harus memahami waktu istirahat saat mengemudi.

“Istirahat ini perlu dilakukan mengingat tubuh manusia memiliki kemampuan yang terbatas untuk fokus dan aktif saat berkendara. Sehingga sangat penting bagi pengemudi untuk mengatur perjalanan dan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Pastikan berkendara maksimal 3 jam dan bergantian dengan istirahat 15-20 menit,” jelasnya.

Selain itu Tol Cipali juga cukup panjang, dimana pengendara dapat menghadapi cuaca yang berbeda, terang bertemu gelap dan sebaliknya. Jadi, menurut Sony, kendaraan dan ban harus menyesuaikan kemampuannya dengan kondisi tersebut. “Sekarang penyesuaiannya melalui refreshment/istirahat untuk persiapan berkendara selanjutnya,” ujarnya.

Sambung Sony, permukaan jalan tol juga kerap bervariasi, ada yang aspal, beton, dan ketinggiannya berbeda-beda. Setiap jenis jalan memiliki karakteristiknya masing-masing seperti keras, lunak, panas, silau, mulus, bergelombang atau bergelombang.

“Untuk memastikan kendaraan terkendali dan meminimalisir kecelakaan, salah satunya dengan mematuhi batas kecepatan,” ujarnya.

Berkendara di jalan tol juga berisiko mengalami gejala highway hypnosis, yaitu saat pengemudi terbuai dengan pemandangan dan aktivitas yang membosankan di jalan tol. Hal ini sering menyebabkan pengendara lamban dalam mengantisipasi kecelakaan. “Jika persepsi jarak kacau, segera istirahat,” kata Sony.

Untuk itu, Sony merekomendasikan agar pengemudi mengoptimalkan aktivitas berkendaranya. Lakukan dengan metode comment driving atau mengemudi sambil mengomentari lingkungan.

“Dengan berkomentar, rahang akan bergerak dan oksigen akan dipompa ke otak. Sehingga pengemudi bisa fokus, tidak mengantuk dan waspada mengantisipasi bahaya,” pungkas Sony.

Simak Video “Kisah Korban Kecelakaan Tol Cipali KM 139”
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)